Rabu, 19 Mei 2010 19:38 WIB Negara Share :

Amerika Serikat, menanti buah transformasi Bradley

Popularitas sepak bola di Amerika Serikat (AS) memang masih kalah tenar dibanding basket, baseball maupun American Football. Tapi bicara prestasi di pelataran dunia, The Yanks sudah mulai menjadi ancaman tim-tim mapan.

Total sembilan kali AS berpatisipasi di kancah Piala Dunia. Catatan ini terbaik kedua bagi tim penghuni zona CONCACAF, tepatnya di belakang Meksiko. Semenjak 1990, AS bahkan tak pernah absen. Prestasi terbaik The Yanks tertoreh di Uruguay, Piala Dunia 1930, ketika menginjak babak semifinal. Semenjak itu, capaian terbaik AS hanya lolos perempatfinal pada 2002.

Namun dua edisi setelahnya mereka selalu gagal melenggang dari fase grup. Keprihatian suporter menyeruak empat tahun silam melihat kinerja mengecewakan skuat AS. Bukan hanya mengepak koper awal, The Yanks gagal mencatat kemenangan sepanjang penyisihan grup! Memori pahit Piala Dunia Jerman, tak membuat AS terpuruk. Menyambut gelaran akbar di Afrika Selatan skuat The Yanks datang dengan wajah anyar. Lebih solid dan elegan.

Pelatih Bob Bradley adalah kunci transformasi apik AS. Dengan gaya konservatif, ia mampu mengubah Tim Howard cs menjadi lebih tangguh, berkarakter dan tak gentar menghadapi siapapun. Sepanjang masa tugasnya sejak Januari 2007, kinerja tim terdongkrak. Hal itu dibuktikan dengan koleksi 34 kemenangan, 16 kali imbang dan hanya enam kali kalah.

Tak heran jika akhirnya mereka menjadi tim teratas dari kualifikasi Piala Dunia zona CONCACAF. Posisi 14 di ranking teranyar FIFA bisa menggambarkan kualitas Landon Donovan cs.  “Kami bangga finis teratas di kualifikasi zona CONCACAF. Ini sebuah usaha luar biasa yang membutuhkan determinasi tinggi para pemain. Setiap kali turun ke lapangan, kami selalu berbicara tentang membuktikan kepada dunia tentang kemampuan kami. Saya pikir kami telah melakukannya,” ungkap Bradley, setelah anak asuhnya finis teratas pada kualifikasi zona CONCACAF, seperti dikutip fifa.com.

Bisa dimengerti jika publik AS mulai merenda impian jelang duel akbar di Afrika Selatan, bulan depan. Prestasi mengejutkan skuat Bod Bradley di ajang Piala Konfederasi setahun silam semakin membakar motivasi Tim Paman Sam.

Di luar prediksi AS sukses menutup turnamen sebagai runner-up. Sepak terjang The Yanks hanya mampu diredam juara dunia lima kali, Brazil, di partai puncak dengan skor ketat 2-3. Tim juara Eropa sekelas Spanyol, yang menjalani fase kualifikasi Piala Dunia 2010 dengan rekor kemenangan 100 persen, dibabat dengan kejam di babak semifinal.

Kini, dimotori Landon Donovan, AS bertekad membuat kejutan lagi di Benua Hitam. Deretan pemain yang merumput di ranah Eropa didapuk menjadi tulang punggung tim. Sebut saja Oguchi Onyewu, Michael Bradley, Jozy Altidore, Tim Howard dan Clint Dempsey. Dipadu dengan talenta-talenta lokal dan kejeniusan Bradley, AS berpoteni menyandang julukan kuda hitam dan siap melibas tim manapun yang lengah.

yms

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…