Rabu, 19 Mei 2010 16:35 WIB Klaten Share :

2011, pemugaran Candi Sojiwan rampung

Klaten (Espos)–Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah menargetkan proses pemugaran Candi Sojiwan yang berada di Dukuh Kalongan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten selesai pada tahun 2011 nanti.

Pelaksana Lapangan Pemugaran Candi Sojiwan, Waliman saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Rabu (19/5) mengatakan, proses pemugaran Candi Sojiwan dimulai pada tahun 2006 silam.

Menurutnya, hingga kini proses pemugaran Candi Sojiwan sudah mencapai sekitar 65%. Dalam perencanaan, tinggi Candi Sojiwan diperkirakan mencapai 27,5 meter. Akan tetapi, hingga kini ketinggian candi yang sudah dipugar mencapai sekitar 10 meter.

“Kami menargetkan proses pemugaran ini bisa selesai pada tahun 2011 nanti. Saat ini kami sudah mencoba mencocokan sejumlah batu untuk penyusunan stupa sebagai puncak candi tersebut,” tutur Waliman.

Sesuai dengan bunyi Prasasti Rukam yang ditemukan di Desa Petarongan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Candi Sojiwan dibangun pada masa Raja Balitung dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad IX Masehi. Gempa bumi yang terjadi pada tahun 2006 silam, membuat kondisi Candi Sojiwan porak-poranda. Atas dasar itu, BP3 Jawa Tengah mulai melakukan pemugaran Candi Sojiwan pascagempa tersebut.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…