Selasa, 18 Mei 2010 14:25 WIB Ekonomi Share :

Wapres
Harga gas dalam negeri akan sesuai keekonomian

Jakarta–Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengatakan, bahwa pemerintah akan menyesuaikan secara bertahap harga gas bumi buat konsumsi domestik hingga mencapai tingkat keekonomiannya.

“Kebijakan harga gas ini akan dilakukan dalam kabinet ini,” katanya saat memberi sambutan pada pembukaan konvensi dan pameran tahunan Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-34 di Jakarta, Selasa (18/5).

Hadir dalam acara itu Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri ESDM Darwin Saleh, Kepala BP Migas R Priyono, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo, dan Presiden IPA Ron Aston.

Boediono menjelaskan, saat ini, harga gas buat konsumsi domestik hanya 2-3 dolar AS sementara harga keekonomian sudah mencapai 12-13 dolar per MMBTU.

“Karenanya, perlu ‘pricing policy’ dengan tetap berpihak pada industri, pembangkit, transportasi, dan rumah tangga domestik,” katanya.

Selain kebijakan harga, menurut dia, pemerintah juga fokus mengatasi keterbatasan infrastruktur gas. Wapres Boediono mengatakan, prospek masa depan pembangunan perekonomian adalah pengembangan gas bumi. “Gas base economy,” katanya.

Menurut dia, pemerintah akan memaksimalkan pemanfaatan gas buat konsumsi domestik.     Meski, lanjutnya, sering kali pemanfaatan gas terkendala ketersediaan infrastruktur dan perbedaan harga gas, sehingga sebagian mesti diekspor.

Ia melanjutkan, sasaran pemanfataan gas buat memenuhi kebutuhan domestik adalah pencapaian pertumbuhan ekonomi. “Sisanya, saya yakin masih banyak, dan akan diekspor untuk tambahan penerimaan. Jadi, ada subsidi silang,” ujarnya.

ant/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…