Selasa, 18 Mei 2010 23:04 WIB Ekonomi Share :

Sri Mulyani
Lingkungan politik tidak menginginkan saya

Jakarta –Sri Mulyani Indrawati memaparkan alasan dirinya mundur sebagai pejabat publik. Ia merasa dipojokkan dalam panggung politik dimana saat ini sebagai pembantu pemerintah dirinya tidak lagi dikehendaki dalam sebuah sistem politik.

“Mengapa Sri Mulyani mundur dari Menteri Keuangan? Tentu ini sudah ada dalam kalkulasi, dimana saya anggap sumbangan dan kepentingan saya sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam suatu sistem politik,” ungkap Sri Mulyani.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum yang bertemakan Kebijakan Publik dan Etika Publik di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/05).

Sri Mulyani menganggap saat ini dirinya hanya seorang pembantu di pemerintahan. “Maka ketika diminta menjadi pembantu pemerintah, kita tidak bisa mengabaikan bahwa politik itu hampa atau vakum dan itu juga merupakan perkawinan antar kelompok untuk memperoleh kekuasaan,” jelasnya.

Sri Mulyani merasa ketika sudah menjadi bagian dimana tidak dikehendaki dalam sistem politik maka perkawinan kepentingan antar kelompok tadi sudah sangat dominan dan kental.

“Banyak yang bilang itu kartel, tetapi saya lebih suka bilang itu kawin meskipun jenis kelaminnya sama. Hampir semua parpol pemimpinnya laki-laki, kecuali satu,” canda Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan bahwa dirinya bukan dari sebuah partai politik namun bukan berarti dia tidak mengerti politik.

“Saya bukan dari partai politik, bukan politisi namun bukan berarti saya tidak tahu politik. Selama 5 tahun saya tahu partai politik hingga mengerti keadaan dimana ketika menghadapi sebuah realita banyak orang yang ingin berbuat baik tetapi frustasi,” paparnya.

Jika lingkungan politik, lanjut Sri Mulyani, sudah lagi tidak memungkinkan adanya etika berpolitik maka sudah lagi tidak memungkinkan bagi orang seperti Sri Mulyani untuk eksis.

“Sebab ketika saya dikehendaki untuk menjadi pejabat publik, saya berjanji tidak akan mengkhianati dengan berbuat korup. Saya bilang itu tidak mudah, sangat painfull di mana mempunyai kekuatan yang besar,” tukasnya.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…