Selasa, 18 Mei 2010 09:27 WIB Internasional Share :

PBB serukan Pemerintah Thai dan demonstran bernegosiasi

Bangkok–Situasi di Thailand kian mengkhawatirkan. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pemerintah Thailand dan para demonstran untuk bernegosiasi guna menghentikan kekerasan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/5). “Pada akhirnya situasi ini hanya bisa diselesaikan dengan negosiasi. Saya menyerukan para pemimpin untuk mengesampingkan kesombongan dan politik demi kepentingan rakyat Thailand,” serunya.

Dikatakan Pillay, situasi di Thailand bisa meluas tak terkendali karena ribuan demonstran mengabaikan deadline pemerintah Thai untuk meninggalkan lokasi demonstrasi di jantung kota Bangkok pada Senin (17/5) kemarin, pukul 15.00 waktu setempat.

“Seiring berlalunya deadline terbaru pemerintah, ada risiko tinggi bahwa situasi bisa meluas tak terkendali,” tutur Pillay.

“Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lainnya, saya meminta para demonstran untuk mundur dari tepi jurang, dan agar pasukan keamanan menahan diri sejalan dengan perintah yang diberikan pemerintah,” tandas pejabat PBB tersebut.

Krisis politik yang berlangsung di Thailand telah berlangsung selama dua bulan lalu. Para demonstran ‘kaus merah’ telah bertekad akan terus melakukan aksi mereka hingga Perdana Menteri Thai Abhisit Vejjajiva mundur dan segera digelar pemilihan umum.

Setidaknya 67 orang telah tewas dan sekitar 1.700 orang terluka selama aksi demo tersebut.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…