Selasa, 18 Mei 2010 13:58 WIB Ekonomi Share :

RI tertinggal Malaysia kembangkan produk halal

Jakarta--Malaysia patut diacungkan jempol untuk urusan mengemas dan menangkap peluang pasar produk-produk halal di luar negaranya. Pengusaha-pengusaha di Malaysia sudah sangat agresif menangkap peluang dalam pengembangan produk halal seperti pembuatan outlet-outlet produk halal di AS dan Eropa.

“Malaysia membuat outlet-outlet produk halal di negara lain,” kata Presiden Direktur Performax Rifda Ammarina selaku penyelenggara Indonesia International Halal Business & Food Expo (IHBF) yang juga anggota Kadin Indonesia di kantor MUI, Jakarta, Selasa (18/5).

Rifda menjelaskan Malaysia yang jumlah penduduk muslimnya tidak mencapai 10% dari Indonesia, justru lebih maju beberapa langkah dari Indonesia. Misalnya Malaysia cukup gencar menarik wisatawan muslim dunia, bahkan Malaysia sudah menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Asia.

Produk-produk makanan halal Malaysia sangat kuat di pasar-pasar dunia, mengalahkan banyak negara lainnya termasuk Indonesia.

Rifda menambahkan Malaysia banyak membuka pusat makanan halal Malaysia di Xian China, bahkan pengusaha Malaysia telah mendirikan Halmart Inc Sdn Berhad dan telah membuka outlet di Perancis pada 2007 dan di Inggris pada 2010 dengan target 300 outlet di seluruh dunia.

Pengembangan produk halal di negara-negara seperti di AS dan Eropa berbagai supermarket sudah membuat counter khusus untuk muslim food. Produsen susu Nestle dan ayam Nugget McDonald telah mengekspose produk halalnya.

“Di Indonesia adakah perusahaan yang terang-terangan mengekspose produknya halalnya?,” katanya.

Saat ini penduduk muslim dunia sudah di atas 1,5 miliar orang dan tingkat perdagangan produk halal dunia mencapai US$ 641 miliar per tahun. Potensi pengembangan bisnis halal sangat menggiurkan.

Indonesia International Halal Business & Food Expo (IHBF) rencananya akan digelar pada 23-25 Juli 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Rencananya ajang ini juga akan dihadiri oleh 60 lembaga halal dunia.

Diharapkan dari ajang ini bisa menjadi salah satu cara Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam pengembangan bisnis halal dunia. “Targetnya bahwa kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia sebagai pusat halal dunia,” kata Direktur Eksekutif LPPOM MUI Lukmanul Hakim.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…