Selasa, 18 Mei 2010 19:21 WIB News Share :

Mahfud setuju teroris ditembak mati

Jakarta–Ketua MK Mahfud MD setuju jika teroris ditembak mati. Namun Mahfud meminta agar polisi sanggup membuktikan kepada publik bahwa orang yang ditembak memang berkaitan dengan aksi terorisme.

“Sejauh yang ditembak oleh polisi adalah teroris nggak apa-apa juga,” ujar Mahfud MD di ruang kerjanya, Jl Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (18/5/2010).

Mahfud melihat, selama ini pendekatan budaya dan agama sudah terus dicoba oleh pemerintah dalam menangani kasus terorisme. Sikap tegas polisi, lanjut Mahfud, juga dianggap penting.

“Ada sikap keras dari negara karena teroris sangat berbahaya mengancam kehidupan kita sehari-hari,” tegasnya.

Mahfud tidak setuju jika setiap tindakan keras yang dilakukan polisi kepada teroris selalu dikaitkan dengan pelanggaran HAM. Selama ini, polisi dinilai sudah bekerja luar biasa dalam mengungkap jaringan teroris.

Aksi tembak di tempat, lanjut Mahfud, juga tidak serta-merta memutus mata rantai teroris. Buktinya, selama ini polisi terus berhasil membongkar jaringan.

“Yang diminta orang kan penjelasan bahwa mereka memang teroris,” pungkasnya.

dtc/isw

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…