Selasa, 18 Mei 2010 16:45 WIB Tak Berkategori Share :

Lelang sampah Putri Cempo dikebut

Solo (Espos)–Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang kian memkhawatirkan memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) mengebut pelaksanaan lelang pengelolaan sampah di TPA tersebut.

Informasi yang diperoleh, saat ini tim Pemkot masih mengkaji hasil studi kelayakan alias feasibility study (FS) yang digarap PT Imam Tata Kerta Raharja. Diperkirakan dalam sebulan ke depan kajian berikut persiapan pelaksanaan lelang rampung. Sehingga paling tidak Juni, lelang pengelolaan sampah TPA Putri Cempo bisa dilaksanakan.

Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) mengakui kondisi TPA Putri Cempo sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, pihaknya mendesak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terkait pengelolaan sampah Putri Cempo segera mengebut segala persiapan untuk pelaksanaan lelang. Selain itu, penanganan awal, baik dengan meminjam alat berat ke instansi lain maupun mengalokasikan anggaran di APBD perubahan, juga akan dilakukan.

“Dalam waktu satu bulan ini, selesai. Saya minta dikebut, karena kondisinya sudah mendesak. Untuk penanganan jangka pendek juga, pinjam alat berat. Di perubahan juga akan kita ajukan anggarannya untuk sementara. Tapi jangka panjang, tetap, lelang itu harus dipercepat prosesnya,” tegas Walikota, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Selasa (18/5).

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Setda Solo, Sudarmasto Moeyadi menyebutkan kajian atas FS yang digarap PT Imam Tata Kerta Raharja tersebut masih akan dikaji dalam beberapa hari terakhir. Di samping mengkaji FS, pihaknya juga akan mempersiapkan persyaratan-persyaratan sebelum dilaksanakannya lelang.

Darmasto, sapaannya menambahkan, hingga saat ini terdapat empat perusahaan yang berminat mengelola sampah di TPA Putri Cempo, di luar PT Imam. Di antaranya PT Selaras Daya Utama (Sedayu) dan PT Srikandi Java, Solo. “Kami harap persiapan rampung dalam sebulan ini. Setelah itu baru lelang. Jumlah peserta lelang bisa lebih dari jumlah peminat yang sekarang,” ujarnya.

Data yang dihimpun Espos menyebut kondisi TPA Putri Cempo kian kritis. Di TPA itu kini terdapat 2,5 juta meter kubik (m3) berusia lima tahun hingga 20 tahun yang harus segera diolah. Tumpukan sampah melebihi kapasitas normal TPA Putri Cempo yang berada di lahan seluas 17 hektar, dengan ketinggian sampah mencapai 9 meter.

Untuk penanganan sementara TPA, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, Satriyo Teguh Subroto pernah mengatakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 318 juta dari APBD perubahan. Anggaran tersebut rencananya dipakai untuk membeli suku cadang peralatan yang rusak senilai Rp 296 juta dan jasa pemeliharaan alat Rp 22 juta.

tsa

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…