Selasa, 18 Mei 2010 12:40 WIB Hukum Share :

KPK diminta segera panggil paksa Nunun ke persidangan

Jakarta–KPK diminta segera memanggil paksa Nunun Nurbaeti. Keterangan Nunun di persidangan dinilai sebagai kunci untuk mengungkap pemberi suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) yang dimenangkan Miranda Goeltom tahun 2004.

“Sebagian penerima suap sudah dihukum. Tidak akan lengkap jika pemberi tidak diusut cepat. Ya simpulnya lewat Nunun,” kata Ketua Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesian Corruption Watch (ICW), Febri Diansyah, Selasa (18/5).

Menurut Febri, jika pemberi suap tidak diusut secepatnya, maka proses hukum kasus suap ini akan menimbulkan pertanyaan dari publik. Ia menambahkan, mengidap penyakit lupa berat juga tidak bisa serta merta meloloskan Nunun dari jerat hukum.

“Apa pun alasannya, KPK harus mempertimbangkan pemanggilan paksa,” tegas Febri yang menyarankan Nunun kooperatif demi keringanan hukuman nantinya.

Sebaliknya, kata Febri, KPK juga harus terus mengembangkan penyidikan terhadap puluhan penerima suap. “Ini kan baru empat orang yang dihukum,” kata dia.

dtc/rif

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…