Selasa, 18 Mei 2010 16:24 WIB Ekonomi Share :

Ditolak warga, survei seismik ExxonMobil dihentikan sementara

Jombang— Survei seismik PT Sari Pari Geosains – kontraktor rekanan ExxonMobil –  di dua desa, yaitu Desa Sengon dan Parimono, Kecamatan Jombang Kota, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dihentikan sementara karena ada penolakan warga.

“Karena masih ada masalah penolakan itu, kami harus menghentikan sementara aktivitas survei,” kata Eli Bosar Pasaribu, Ketua Tim Sosialisasi Survei Seismik Dua Dimensi Blok Gunting PT. Sari Pari Geosains, Selasa (18/05).

Seperti diberitakan, Selasa pekan kemarin puluhan warga mencabuti kabel dinamit yang ditanam di sekitar pemukiman mereka. Warga beralasan penanaman kabel yang dilakukan petugas survei tidak melalui izin warga. Rencana survei juga belum pernah disosialisasikan kepada warga.

Dengan pertimbangan itu, Pasaribu meminta petugas lapangan menghentikan sejenak proses survei. PT Sari Pari akan kembali melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada warga. Batas sosialisasi belum ditentukan. “Yang jelas kalau masyarakat sudah paham dan bisa menerima survei baru dilakukan,” ujarnya.

Penghentian survei tidak dilakukan di titik pengeboran dangkal lainnya. Menurut dia, target survei yang hanya delapan bulan terhitung mepet. PT. Sari Pari harus menyelesaikan pengeboran dangkal yang digunakan sebagai tempat dinamit di 10 ribu titik, yang terbentang sepanjang 397 kilometer, yaitu sepanjang Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Kediri.

Hingga saat ini titik boran dangkal baru tergarap 10 persennya atau sekitar seribu titik. Menurutnya, pemasangan sudah melalui sosialisasi dengan perangkat desa. “Tapi ternyata masih ada yang protes,” ucapnya.

Penghentian itu didukung Pemerintah Kabupaten Jombang. Sekretaris Daerah Jombang, Munif Khusnan, mendesak PT. Sari Pari melakukan sosialisasi ulang. Desakan itu berdasar atas pengaduan masyarakat di dua desa yang mengaku khawatir atas aktivitas survei. “Kami minta dihentikan sementara,” terangnya.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…