Selasa, 18 Mei 2010 15:06 WIB News Share :

Anggaran penelitian kecil, RI dikritik peneliti Amerika

Jakarta–Anggaran untuk penelitian di Indonesia dikritik oleh utusan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dari Amerika Serikat, Prof Dr Bruce Albert.

Ia tercengang saat mengetahui anggaran untuk para peneliti di Indonesia hanya 0,1 persen dari Anggaran Perbelanjaan Negara (APBN). “Padahal, hasil riset menyumbang 10 persen atas keberhasilan pembangunan di suatu negara,” kata Bruce Albert saat berbicara di seminar bertajuk Science Policy Within the Frameworks of Climate Change in Human and Environment Securities di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (18/5).

Ia juga menambahkan bahwa harus ada kesinkronan antara pemerintah dan peneliti agar hasil penelitian bisa dimanfaatkan secara baik demi kepentingan seluruh warga negara. Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambah anggaran bagi peneliti.

“Sebab, sebenarnya penelitian tidak harus di laboratorium yang besar, tapi tentu saja membutuhkan biaya yang besar,” jelas Albert. Usai acara, Kepala LIPI, Prof Dr Umar Anggara Jenie meminta pemerintah menaikan anggaran untuk penelitian di Indonesia.

“Kalau dinaikkan sampai tiga kali lipat, jadi 0,3 persen saja, itu sudah signifikan. Negara-negara lain yang lihat anggaran kita, bilang itu kecil sekali,” kata dia.

dtc/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…