Senin, 17 Mei 2010 11:55 WIB Internasional Share :

Ricuh Thailand, Kedubes Australia ikut tutup

Bangkok–Krisis politik di Thailand kian tak terbendung. Korban jiwa pun terus berjatuhan. Karena itu pemerintah Australia menutup kedutaan besar (Kedubes) mereka di Bangkok.

Penutupan ini dikarenakan meningkatnya kekerasan di Bangkok. “Dikarenakan terus berlangsungnya bentrokan keras di Bangkok, termasuk di depan Kedubes Australia, Kedubes akan ditutup bagi para pengunjung mulai Senin 17 Mei 2010 sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pemberitahuan yang diposting di situs Smart Traveller milik pemerintah Australia seperti dilansir News.com.au, Senin (17/5).

Pemerintah Australia juga mengeluarkan travel warning ke Thailand. Seluruh warga Australia diingatkan untuk tidak bepergian ke Thailand dikarenakan meningkatnya kerusuhan politik. Warga Australia yang berada di Thailand juga diingatkan untuk menjauh dari lokasi-lokasi demonstran.

Sebelumnya, Kedubes AS, Inggris dan Belgia telah lebih dahulu ditutup untuk umum menyusul memanasnya konflik antara para demonstran ‘kaus merah’ dan pasukan keamanan Thai.

Hingga kini korban tewas telah mencapai 35 orang selama tiga hari kerusuhan di Bangkok. Korban tewas tersebut termasuk seorang tentara Thai. Sedangkan korban luka-luka mencapai 244 orang termasuk enam warga asing.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…