Senin, 17 Mei 2010 14:36 WIB News Share :

Pekanbaru nunggak listrik Rp 16,4 M

Pekanbaru–Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru hingga kini belum membayar tunggakan listrik senila Rp 16,4 miliar untuk tagihan Januari-Maret 2010.

Manajer PLN Cabang Pekanbaru, Ilham Santoso di Pekanbaru, Senin (17/5) mengatakan, sebelumnya Pemkot Pekanbaru menyatakan segera membayar tunggakan tersebut. Namun hingga kini belum terealisasi.

“Beberapa waktu lalu Pemkot Pekanbaru telah menyatakan segera membayar tunggakan itu namun hingga kini belum juga terlaksana,” ujarnya.

Berdasarkan data PLN Cabang Pekanbaru, sekitar 80 persen atau Rp 13,12 miliar dari nilai tunggakan yang ditagih ke Pemkot Pekanbaru itu merupakan pemakaian listrik untuk fasilitas umum yakni penerangan jalan Umum (PJU), sedangkan selebihnya perkantoran pemerintah.

Pembayaran dari pemakaian listrik untuk penerangan lampu jalan itu setiap bulannya dibebankan kepada masyarakat yang dimasukkan ke dalam komponen pajak penerangan jalan (PPJ) sebesar enam persen sesuai peraturan daerah Kota Pekanbaru.

Setiap pelanggan PLN membayarkan tagihan listrik secara otomatis langsung dikenakan PPJ sebesar enam persen per bulan yang kemudian pajak itu disetorkan ke Pemkot Pekanbaru karena telah dijadikan sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Setahu kami PPJ merupakan salah satu PAD Kota Pekanbaru. Meski kami yang memungutnya dari masyarakat, namun uang dari pembayaran pajak itu tidak kami ambil tetapi kami setorkan ke kas pemerintah kota,” kata Ilham.

kompas.com

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…