Senin, 17 Mei 2010 12:27 WIB News Share :

Kecelakaan kapal nelayan, empat ABK hilang

Cilacap–Sebuah kapal nelayan jenis compreng “Mahardika 4” mengalami kecelakaan di perairan selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (17/5), sekitar pukul 04.00 WIB,  mengakibatkan empat orang anak buah kapal (ABK) hilang.

Kepala Seksi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Administrator Pelabuhan Cilacap, Aher Priyatno mengatakan, kapal tersebut bermuatan lima nelayan asal Cilacap.

“Seorang ABK bernama Sadimin, warga Jalan Kelapa Lima RT 04 RW IV, Cilacap, berhasil diselamatkan. Sementara empat ABK lainnya belum ditemukan dan hingga kini masih dalam pencarian,” katanya.

Ia mengatakan, keempat nelayan yang hilang masing-masing bernama Yani, 30, Sikus, 20, Tukiran, 46, dan Bawor, 48.

Menurut dia, kecelakaan di laut tersebut terjadi akibat kapal dihantam gelombang tinggi saat berada di sekitar Pantai Ayah, Kabupaten Kebumen, sehingga kapal oleng kemudian terbalik.

“Kami telah menyiagakan seluruh personel untuk memantau kondisi laut karena Badan ‘Search And Rescue’ Nasional (Basarnas) Kabupaten Cilacap saat ini masih terkonsentrasi terhadap pencarian korban hilang dalam kecelakaan kapal di Sungai Citanduy pada Minggu (16/5),” katanya.

Terkait hal itu, dia mengimbau nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut lantaran cuaca buruk masih terjadi di Perairan Selatan Jawa Tengah.

“Gelombang tinggi masih berpeluang terjadi jika cuaca seperti saat ini,” kata Aher yang juga Syahbandar Pelabuhan Cilacap.

Sementara itu Ketua Bidang Organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Indon Cahyono mengatakan, pihaknya masih memantau keberadaan empat nelayan yang hilang tersebut.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…