Senin, 17 Mei 2010 16:29 WIB Klaten Share :

Curah hujan tinggi, musim tanam tembakau terancam molor

Klaten (Espos)–Musim tanam tembakau di Klaten terancam molor lantaran tingginya curah hujan akhir-akhir ini. Tingginya curah hujan tersebut membuat sejumlah petani tembakau waswas. Pasalnya, mereka sudah terlanjur menanam benih tembakau sejak akhir April lalu.

Suparno, 44, salah seorang petani tembakau asal Dukuh Pager, Desa Mireng, Kecamatan Trucuk mengatakan, saat ini usia bibit tembakau di persemaian miliknya sudah tiga pekan. Dalam hal ini, pihaknya memperkirakan musim tanam tembakau akan dimulai pada pertengahan bulan Juni mendatang.

Akan tetapi, tingginya curah hujan akhir-akhir ini membuatnya ragu musim tanam akan terealisasi sesuai dengan rencana. “Kami tidak mungkin memaksa menanam tembakau pada tanah yang mempunyai kelembapan tinggi. Tembakau tidak akan mampu bertahan hidup dalam kondisi tanah seperti itu,” ujar Suparno saat ditemui Espos di ladangnya, Senin (17/5).

Terpisah, Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Trucuk, Sudarno SP mengatakan pihak petani tembakau akan rugi benih dengan tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Dia menjelaskan, petani akan membeli benih jika musim tanam tembakau harus mundur hingga bulan Juli. “Saat ini semua petani tembakau di sejumlah desa sudah membuat persemaian bibit tembakau. Perkiraan musim tanam kami meleset karena pada bulan Mei ini curah hujan masih tinggi,” tandas Sudarno.

Selain rugi benih, para petani akan rugi karena sudah terlanjur menyewa tanah. Dia menjelaskan, untuk menanam tembakau biasanya para petani menyewa tanah selama lima bulan.

Jika musim tanam molor, para petani harus memperpanjang lahan yang disewa itu hingga saat panen tiba. “Untuk satu petak sawah yang luasnya mencapai 2.200 meter persegi, biasanya petani menyewa dengan harga Rp 1,5 juta selama lima bulan,” papar Sudarno.

mkd

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…