Senin, 17 Mei 2010 16:20 WIB Boyolali Share :

Aksi pencurian hewan ternak resahkan warga

Boyolali  (Espos)–Warga di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, mengaku resah. Kondisi tersebut terjadi akibat maraknya aksi pencurian hewan ternak di beberapa desa di wilayah itu selama sebulan terakhir ini.

Namun selain sapi dan kambing, pelaku pencurian yang diduga berjumlah lebih dari satu orang itu juga pernah beraksi di warung dan menggasak sejumlah barang lainnya milik warga yang menjadi sasaran tindak kejahatan mereka.

Kepala Desa (Kades) Jelok, Widodo Waluyo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/5), membenarkan hal tersebut. “Di wilayah Desa Jelok, kasus pencurian pertama terjadi saat ada warga yang kehilangan hewan ternaknya, yakni berupa kambing, disusul aksi pencurian di warung milik salah seorang warga kami.Berikutnya, ada warga yang kehilangan empat ekor sapinya,” ujar Widodo.

Dikemukakan Widodo, maraknya aksi pencurian hewan ternak tersebut mulai terjadi sekitar 10 hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali.

Semula warga menduga aksi tersebut sengaja digencarkan oleh oknum-oknum tertentu yang dinilai tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan situasi menjelang dilaksanakannya Pilkada pada 9 Mei lalu.

Namun pasca-Pilkada, Widodo mengakui kasus pencurian masih saja terjadi di wilayah tersebut. Dalam sebulan terakhir ini, komplotan pencuri tersebut bahkan juga beraksi di dua desa lainnya, yakni Mliwis dan Cabean.

Menyikapi hal itu, Widodo mengatakan warga pun sepakat untuk memperketat keamanan di wilayah tersebut dengan memberlakukan jaga malam dan memasang palang maupun portal di semua jalan masuk masing-masing dukuh.

Tidak hanya di Desa Jelok, warga di beberapa desa lainnya di wilayah Kecamatan Cepogo pun melakukan hal yang sama. Menurut keterangan warga Dukuh Gudang, Desa Sumbung, Muh Ikhsan, 64, meskipun Desa Sumbung saat sekarang belum ditemukan kasus pencurian hewan ternak, warga di desa tersebut juga memperketat kemanan untuk mengantisipasi aksi pencurian di wilayah itu.

sry

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…