Minggu, 16 Mei 2010 20:13 WIB Negara Share :

Uruguay masih inkonsisten

Apa yang membuat Uruguay pantas dijagokan pada Piala Dunia 2010, Afrika Selatan (Afsel)? Jawabannya adalah sejarah da prestasi negeri ini di ajang turnamen sepakbola terakbar di dunia. Uruguay pernah menjadi tim paling sukses dalam sejarah sepakbola karena  memenangkan dua kali Piala Dunia, dua kali juara sepakbola Olimpiade dan 14 kali meraih trofi Copa Amerika. Sebuah prestasi yang tak main-main untuk sebuah negara kecil.

Hanya saja dalam lima dekade terakhir, prestasi Uruguay praktis memang kurang bersinar bahkan cenderung tenggelam.
Untuk mencapai Afsel, Uruguay finis di peringkat lima kualifikasi zona Amerika Latin. Hal yang sama terjadi pada tahun 2001 dan 2005. Hasilnya mereka harus menjalani laga playoff dengan melibas Kosta Rika. Penampilan yang inkonsisten dan tim yang sungguh sulit diprediksi. Kadang mereka bisa bermain dengan sangat bagus, tetapi tanpa pernah diduga mereka bisa tampil dengan sangat buruk.

Kondisi ini tak lepas dari kegemaran pelatih Oscar Washington Tabarez yang sering berganti-ganti formasi. Suatu ketika dia memilih formasi 4-3-3, namun dilain kesempatan para penonton akan melihat Uruguay dengan formasi 4-4-2 atau juga 3-4-1-2.

“Kami harus bekerja keras untuk terkualifikasi, terutama dalam pertandingan di Montevideo. Beruntung bagi kami, Piala Dunia berlangsung jauh dari rumah! Saya tahu kami harus melakukan banyak perbaikan jika ingin tampil bagus di Afsel, tetapi kami punya banyak ketangguhan dan kami berharap bisa menunjukkan kepada mereka,” kata Tabarez.

Ini adalah penampilan kali kedua bagi pelatih berusia 62 tahun di Piala Dunia bersama Uruguay. Tabarez berada di kursi panas ketika Charruas Los (julukan Uruguay) tersingkir di babak 16 Besar PD 1990 Italia oleh tuan rumah. Sekarang, 20 tahun kemudian, El Maestro kembali ke panggung besar bersama skuad muda dan tangguh.
Uruguay saat ini terkenal dengan ketangguhan sektro belakang. Cristian Rodriguez yang bermain di FC Porto, menjadi sosok penting di sisi sebelah kiri dari skuad Tabarez. Nama lain adalah Diego Lugano yang memperkuat klub Fenerbahce. Ia adalah centre back sangat efesien, tangguh dan tak pernah kenal menyerah.

Melihat belum stabilnya permainan Uruguay dalam beberapa pertandingan terakhir, menapak hingga babak perempatfinal adalah target realistis yang diusung seluruh anggota tim.

Fakta negara
Nama resmi:    Republica Oriental del Uruguay
Pemerintahan:     Republik
Kemerdekaan:    Deklarasi dari Argentina-Brazil 25 Agustus 1825
Diakui 28 Agustus 1828
Luas wilayah:    176.220 km2
Jumlah penduduk:    Perkiraan 2006 (3.163.700)
Mata uang:    Peso (UYU)

Federasi sepakbola
Nama:    Asociación Uruguaya de Futbol (APF)
Didirikan:     1900
Masuk FIFA:     1923
Masuk CONMEBOL:    1916
Situs resmi:    www.auf.org.uy
Ranking FIFA:    18
Rekor Penampilan:    10 (1930, 1950, 1954, 1962, 1966, 1970, 1974, 1986, 1990, 2002)

Daftar pemain Uruguay
Juan Castillo
Fernando Muslera
Martin Silva
Sebastian Abreu
Egidio Arevalo
Martin Caceres
Edinson Cavani
Sebastian Eguren
Alvaro Fernandez
Sebastian Fernandez
Diego Forlan
Jorge Fucile
Walter Gargano
Diego Godin
Alvaro Gonzalez
Ignacio Gonzalez
Nicolas Lodeiro
Diego Lugano
Jorge Martinez
Alvaro Pereira
Maximiliano Pereira
Diego Perez
Jorge Rodriguez
Andres Scotti
Luis Suarez
Mauricio Victorino

who

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…