Minggu, 16 Mei 2010 14:36 WIB Wonogiri Share :

Petani melon Wonogiri dikenalkan pupuk organik

Wonogiri (Espos)–Petani buah melon asal Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Wonogiri dikenalkan pupuk organik. Pengenalan dilakukan oleh kaum boro Wonogiri yang peduli pada daerah asal dan membentuk Paguyuban Keluarga Wonogiri (Pakari), Sabtu (15/5). Sosialisasi pupuk bio organik dari Pakari itu dilakukan di Balaidesa Pucanganom, Giritontro.

Camat Giritontro, Sularso kepada Espos mengatakan saat ini petani melon di Pucanganom sedang panen raya. “Ada 75 petani melon di Pucanganom dengan lahan seluas 10 hektare dengan produksi mencapai 250 ton/panen,” ujarnya.

Mantan Camat Paranggupito ini menyatakan dirinya mendukung upaya anggota Pakari yang difasilitasi Leles Darmanto untuk mengadakan sosialisasi pupuk bio organik. “Selama penggunaan pupuk mampu meningkatkan produksi dan mengangkat kesejahteraan masyarakat kami mendukung. Apalagi dalam sosialisasi itu hadir dari Bank Jateng, perusahaan jamu Sidomuncul yang akan membuka demplot. Silakan saja petani kami dipintarkan dalam mengelola lahan.”

Leles mengatakan dalam sosialisasi juga hadir petani binaan Pakari dari Kecamatan Manyaran dan Karangtengah. Pasar melon asal Pucanganom adalah Jakarta dan ke depan akan difasilitasi oleh anggota-anggota Pakari.

Walau sekarang musim penghujan, permintaan melon setiap hari juga dikirimkan oleh petani sebanyak satu truk. Di akhir sosialisasi terbentuk Paguyuban Petani Manunggal Pakari I dengan anggota 25 petani.

tus

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…