Minggu, 16 Mei 2010 17:50 WIB Sukoharjo Share :

Pascabanjir, warga Grogol tetap waspada

Sukoharjo (Espos)–Warga Dukuh Nusupan, Desa Kadokan, Grogol yang tinggal di tepi Sungai Bengawan Solo masih siaga menghadapi luapan Sungai Bengawan Solo yang sempat menggenai wilayah mereka, Sabtu (15/5) pagi.

Hingga kini, hampir sebagian warga di wilayah itu tepatnya di RT 04/RW V Dukuh Nusupan sudah menyiapkan tempat penampungan barang atau ranggon di loteng rumah masing-masing sebagai antisipasi terjadinya banjir.

Ketua RT 04/RW V Dukuh Nusupan, Winarso mengatakan, air Sungai Bewangan Solo yang sempat menggenangi wilayahnya setingi sekitar 30 centimeter, sudah surut dan mengering sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.

“Daerah sini memang langganan banjir, jadi warga sudah terbiasa. Tapi kalau warga baru mereka umumnya masih cemas terjadi banjir lagi, apalagi beberapa tahun lalu banjir sempat menenggelamkan rumah warga,” ujarnya kepada Espos, Minggu (16/5) di kediamannya.
Lebih lanjut dia mengatakan, meski sudah terbiasa menghadapi banjir, namun pihaknya mengaku tetap siaga. Pasalnya, air Sungai Bengawan Solo hingga Minggu siang masih tinggi. Terlebih, hujan diperkirakan masih akan terjadi.

“Banyak warga di sini yang sudah punya ranggon. Jadi, kalau sewaktu-waktu banjir datang barang-barang bisa langsung dinaikkan dan warga bisa langsung ungsikan,” katanya.

Selain itu, katanya, untuk menghadapi banjir pihaknya juga sudah menyiagakan perahu fiber dan alat pelampung untuk mengevakuasi warga.

“Tim relawan banjir juga sudah terbentuk, sebab kami menyadari desa kami merupakan daerah genangan yang sewaktu-waktu bisa terkena banjir,” katanya.

Sementara itu, genangan air yang sempat merendam jalan penghubung Desa Laban dan Desa Tegalmade juga sudah menyusut. Warga bahkan, sudah mulai membersihkan rumahnya yang sempat terkena genangan. Kendati begitu, warga setempat juga mengaku masih wasa-was terjadi banjir susulan.

Salah seorang warga RT 01/RW II Dukuh Ngesong, Desa Tegalmade, Daliman mengatakan, warga di wilayahnya sempat panik menyusul adanya isu pintu Waduk Gajah Mungkur dibuka total.
“Kemarin isinya seperti itu, jadi warga takut. Tapi untungnya sore hari genangan air sudah surut, karena banjir di sini berasal dari saluran pembuangan, sebab pintu Sungai Bengawan Solo kemarin sudah ditutup,” ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, sebanyak 40 KK di Tegalmade halaman rumahnya tergenang. Sebanyak 11 KK bahkan dievakuasi ke tetangga terdekat lantaran air mulai masuk rumah.

ufi

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…