Minggu, 16 Mei 2010 22:37 WIB News Share :

Hasyim Muzadi tak yakin teroris ingin bunuh SBY

Jakarta–Presiden World Conference on Religions and Peace (WRCP) KH Hasyim Muzadi tidak yakin tindakan terorisme di Indonesia menargetkan untuk membunuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alasannya, ideologi terorisme terkait dengan perlawanan terhadap globalisasi Amerika Serikat.

“Saya tidak yakin terorisme di Indonesia punya target membunuh SBY, karena fase terorisme adalah ekstrimitas ideologi dan perlawanan global terhadap Amerika. Belum tampak urusannya dengan presiden,” ujar Hasyim kepada detikcom, Minggu (16/5).

Apalagi, lanjut mantan Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama itu, Polri dengan arogan langsung menembak mati teroris tanpa bisa ditanya apa benar mereka teroris. “Release ancaman kepada SBY hanya oleh Polri sendiri, bukan oleh sisa teroris yang ditangkap,” jelas dia.

Menurut Hasyim, asal tembak mati teroris telah menghapus nama baik atau prestasi Indonesia di masa lalu yang memproses pelaku terorisme melalui pengadilan. Padahal AS sendiri sudah memperbaiki caranya melawan terorisme menjadi lebih manusiawi.

“Sementara Indonesia semakin buruk caranya memberantas terorisme dan sangat berbeda dengan pemberantasan korupsi kelas kakap,” kritik Hasyim.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…