Minggu, 16 Mei 2010 19:15 WIB News Share :

Banjir landa sebelas desa di Tegowanu, Grobogan

Grobogan (Espos)--Meluapnya Sungai Jragung di Kecamatan Tegowanu menyebabkan sebelas desa di kecamatan tersebut terendam banjir, Sabtu (15/5). Selain di Kecamatan Tegowanu, banjir juga melanda Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, akibat tanggul sungai setempat jebol.

Hingga Minggu (16/5), banjir masih menggenangi tiga desa di Kecamatan Tegowanu. Sementara warga di Desa Ngroto berharap, agar pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol, karena hujan masih melanda wilayah bagian atas.

Adapun sebelesa desa di Kecamatan Tegowanu yang terendam banjir adalah, desa Desa Sukorejo, Singopadu, Tanggirejo, Tlogorejo, Gladung, Kebonagung, Medani, Gebangan, Mangunsari, Karangpasar, dan Tajemsari. Genangan air mencapai ketinggian 30-70 cm.

Tiga desa yang masih terendam banjir hingga Minggu siang adalah, desa Mangunsari, Gebangan dan Medani.

“Hujan sangat deras dan berlangsung lama di daerah hulu (Kedungjati). Akibatnya Sungai Jragung tak mampu menampung air dan meluap hingga menyebabkan banjir di sejumlah desa yang dilintasi sungai tersebut,” tutur Kades Tlogorejo, Kecamatan Tegowanu, Purwanto kepada wartawan.

Akibat luapan air Sungai Jragung, lanjut Purwanto,  puluhan rumah sempat terendam air, puluhan hektare tanaman jagung, padi dan tembakau siap panen di Desa Tlogorejo juga ikut terkena banjir.

Guna menghindari banjir merendam rumah warga terlalu lama, tambah Purwanto, akhirnya warga sepakat untuk mengalirkan air luapan sungai ke Kali Buangan (KB) 15. Pasalnya jika tidak segera dialirkan maka banjir yang merendam sebelas desa akan berlangsung lama.

Menurut Camat Tegowanu, Sudarmoyo, jika tidak segera dialirkan, maka tanaman padi dan jagung di desa yang terkena luapan air sungai akan rusak dan puso.

“Tindakan tersebut harus segera dilakukan, agar banjir tidak berlangsung lama. Karena jika dibiarkan, banjir bisa berlangsung lebih dari 10 hari, akibatnya kerugiannya bisa mencapai miliaran rupiah,” ungkap Camat Sudarmoyo

Sementara hingga hari ini, warga  Desa Tlogorejo, terus membangun talud dengan menggunakan karung plastik yang diisi pasir. Talud tersebut digunakan untuk menahan luapan air Sungai Jragung dan Tanggungharjo yang ada di desa setempat.

Disinggung mengenai bantuan, Sudarmoyo menyatakan telah mendapata bantuan beras dan mie instran baik dari Bagian Ketahanan Pangan dan PMI Kabupaten Groboagan. Bantuan diserahkan Bupati H Bambang Pudjiono SH bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Hidayat.

Sedang banjir di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, menyebabkan sekitar 350 rumah warga setempat terendam air setinggi 20-50 cm. Menurut, H Megi Nurahmat dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) setempat, banjir terjadi karena perbaikan empat titik tanggul Sungai Ngroto yang jebol beberapa waktu lalu belum selesai.

rif

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…