Sabtu, 15 Mei 2010 16:45 WIB Sragen Share :

Tewas empat hari, anggota Linmas membusuk

Sragen (Espos)–Karjan, 72, warga Ringinanom RT 4/RW XVII, Sragen Kulon, Sragen ditemukan tewas di rumahnya, Sabtu (15/5), sekitar pukul 10.15 WIB. Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Sragen kulon tewas dalam posisi tergeletak di kursi panjang ruang tamu.

Tim forensik Polres Sragen tak menemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap mayat korban. Hanya kaos singlet warna putih dan celana hitam pendek. Berdasarkan kondisi mayat yang berbau, Karjan diperkirakan meninggal empat hari lalu atau pada Rabu (12/5).

Informasi yang dihimpun Espos di tempat kejadian perkara (TKP), penemuan jenazah mbah Jan, sapaan akrab Karjan bermula saat dua orang pegawai kelurahan hendak menjenguk korban, lantaran beberapa hati tak masuk kerja.

Sesampainya di rumah Karjan, pegawai kelurahan Indun, 42, warga Margoasri RT 23/RE VIII, Puro, Karangmalang dan Evi Joni, 38, warga Bangunsari RT 1/RW XIV, Sragen Kulon mencium bau bangkai tikus.

Setelah dicari dan membuka jendela rumah Mbah Jan, ternyata mereka melihat kondisi mbah Jan tewas di atas kursinya.“Kami langsung memberitahukan tetangga terdekat tentang kondisi itu.Warga langsung segera melaporkan ke Polsek Sragen.

Kami mengetahu mbah Karjan masuk kerja kali terakhir pada Selasa (11/5). Setelah itu tidak kelihatan masuk kerja,” tegas Indun yang dibenarkan Evi Joni.

Tetangga terdekat mbah Jan, Nur Hayati, 63, mengaku, kondisi rumah mbah Jan tertutup beberapa hari lalu. “Saya beberapa hari sering mencium bau bangkai, seperti bangkai tikus. Bau itu paling menyengat hari ini. Jadi saya tidak tahu kalau mbah Jan meninggal. Dia terkenal orangnya baik,” ujarnya.

Kapolres Sragen AKBP Ida Bagus KD Putra Narendra melalui Kapolsek Sragen AKP Agus Irianto langsung meminta bantuan tim forensik Polres Sragen segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Sragen untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mendapatkan laporan dari warga. Kami segera mengecek lokasi dan segera menangani kasus itu,” tukas Kapolsek saat ditemui Espos di TKP. Jenazah mbah segera diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.

trh

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…