Sabtu, 15 Mei 2010 11:48 WIB Internasional Share :

Sekjen PBB minta kekerasan di Thailand dihentikan

Bangkok–Ketegangan di Bangkok, Thailand kian bertambah. Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan dihentikannya kekerasan di negeri itu.

Pemimpin badan dunia itu prihatin akan bentrokan fatal antara para demonstran dan pasukan keamanan Thai di Bangkok pada Jumat (14/5) kemarin. Sebanyak 16 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa berdarah itu.

“Sekjen mengikuti dengan keprihatinan yang bertambah atas meningkatnya dengan cepat ketegangan dan kekerasan di Thailand,” demikian pernyataan kantor media Ban.

“Dia (Ban) meminta para demonstran dan otoritas Thai untuk melakukan segenap kemampuan mereka guna menghindari kekerasan lebih jauh dan jatuhnya korban jiwa,” demikian statemen kantor media Ban.

“Dia mendorong keras mereka untuk segera kembali ke dialog guna meredakan situasi dan menyelesaikan permasalahan secara damai,” imbuh kantor media Ban seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (15/5).

Sekitar 141 orang lainnya, termasuk tiga warga asing terluka dalam bentrok berdarah antara pasukan militer Thai dan para demonstran ‘kaos merah’ pada Jumat, 14 Mei kemarin. Ketiga warga asing tersebut diidentifikasi berasal dari Kanada, Myanmar dan Polandia.

Juru bicara pemerintah, Panitan Wattanayagorn mengatakan, pasukan diserang demonstran saat mereka bergerak untuk menutup area demonstran di Bangkok. “Tentara-tentara tak punya pilihan kecuali merespons serangan-serangan tersebut,” dalih Panitan kepada wartawan.

Diimbuhkannya, pasukan diizinkan menggunakan peluru asli untuk membela diri, melepas tembakan peringatan ataupun terhadap kelompok-kelompok bersenjata.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…