Sabtu, 15 Mei 2010 20:02 WIB Hukum,Klaten Share :

Rampok satroni BRI, penjaga malam disekap

Klaten (Espos)–Komplotan perampok menyatroni BRI unit Plembon, Kecamatan Klaten Utara, Klaten Sabtu (15/5) dini hari. Mereka berhasil menguras berangkas berisi uang setelah menyekap petugas jaga malam, Subandi, 50.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, komplotan perampok itu diduga berjumlah lima orang. Akan tetapi, perampok yang masuk ke bank berjumlah tiga orang. Mereka berhasil masuk ke bank milik pemerintah itu setelah mencongkel pintu belakang.

Sebelum menguras berangkas berisi uang dan sejumlah barang berharga, terlebih dahulu mereka melumpuhkan petugas jaga malam, Subandi. Kedua tangan dan kaki Subandi diikat, sementara mulutnya disekap dengan lakban. Tubuhnya kemudian di letakkan di salah satu ruang di bank tersebut.

Aksi perampokan itu baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Kala itu, salah seorang karyawan yang belum diketahui namanya berusaha menelepon nomor kantor, akan tetapi tidak ada seseorang yang mengangkatnya. Merasa curiga, karyawan tersebut kemudian mendatangi kantor BRI unit Plembon. Saat membuka pintu, karyawan tersebut dikejutkan dengan kondisi kantor dan brangkas berisi sejumlah uang yang berantakan. Sementara Subandi masih dalam kondisi tidak berdaya lantaran disekap.

Mendapati kejadian tersebut, karyawan tersebut kemudian menghubungi Polres Klaten. Tidak lama kemudian, jajaran Polres Klaten mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Suranta S memimpin langsung jalannya olah TKP.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui total kerugian yang diderita BRI unit Plembon atas aksi perampokan tersebut. “Pihak bank baru melakukan inventarisasi. Kemungkinan pada Senin (17/5), sudah ada laporan dari BRI,” ujar Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…