Sabtu, 15 Mei 2010 17:44 WIB Internasional Share :

Pemerintah Thailand bantah tembak jenderal

Bangkok–Partai-partai pendukung pemerintah dan oposisi di Thailand membantah terlibat dalam aksi penembakan Mayor Jenderal Khattiya Sawasdipol, Sabtu (15/5). Suara mereka senada yakni menuding pihak-pihak tak dikenal yang terlibat.

“Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva dan pemerintah tak pernah menyuruh penegak hukum memakai cara-cara ilegal,” kata Buranat Samutharak, jurubicara Partai Demokrat, partai pimpinan Abhisit.

Buranat menambahkan bahwa Partai Demokrat mengutuk segala tindakan yang melanggar hukum dalam menangani aksi-aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang dimotori Kaus Merah. “Pihak berwenang mesti segera menahan mereka yang terlibat,” ujar Buranat. Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Thailand (CRES) membantah mendalangi upaya percobaan pembunuhan Jenderal Khattiya alias Seh Daeng (Panglima Merah) itu.

“Kami sedang menyelidiki aksi penyerangan Jenderal Khattiya. Kami disini tak punya kebijakan [menghabisi] seperti itu untuk mencegah kekerasan,” tutur Jurubicara CRES Kolonel Infantri Sansern Kaekamnerd. Ia menuding ada pihak-pihak lain yang mencoba mengail di air keruh.
“Sejumlah orang berupaya memprovokasi kekerasan dengan melancarakan serangan seperti itu. Biarkan hukum yang bicara.”

Kolonel Sansern juga membantah jika operasi pembersihan di persimpangan Ratchaprasong, yang jadi basis aksi kelompok Kaus Merah, itu terkait dengan penembakan Jenderal Khattiya. “Kami di sini tak punya hak untuk melakukan penembakan itu,” tutur Kolonel Sansern. “Tugas kami hanyalah meminta agar Kaus Merah segera mengakhiri aksi-aksi pawai unjuk rasa.”

Namun Partai Puea Thai, partai oposisi pemerintah yang dekat dengan bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menunjuk militer berada di balik aksi penembakan Sah Daeng. “Senjata yang dipakai menembak [Jenderal Khattiya] itu cuma dimiliki unit-unit militer,” kata Deputi Ketua Umum Partai Puea Thai Plodrasop Suraswadi. Jurubicara Patai Puea Thai Prompong Nopparit malah terang-terangan menyebut pelakunya CRES.

“Mereka juga yang menembaki para pengunjuk rasa dengan senapan M16 dan pelontar granat M79,” kata Prompong. Seh Daeng ditembak penembak jitu tersembunyi (sniper) ketika sedan memberi wawancara kepada wartawan lokal dan luar negeri Taman Lumpini. Kini kondisi jenderal yang dicap teroris oleh pemerintah Thailand itu dalam keadaan kritis.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…