Sabtu, 15 Mei 2010 15:54 WIB Boyolali Share :

Hendak ke sekolah seberangi sungai, pelajar SMP tewas terseret arus

Boyolali (Espos)–Nasib tragis menimpa Mahmudah, 14, warga Dukuh/Desa Manyaran, Karanggede, Boyolali. Pelajar SMP di Karanggede ini tewas terseret arus sungai, saat hendak pergi ke sekolah, Sabtu (15/5).

Informasi yang dihimpun Espos, menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua temannya, M Syafii dan Umam, bersama-sama berangkat ke sekolah.

Untuk menghemat waktu perjalanan ke sekolah, ketiga orang itu menyeberang Sungai Braholo yang berada di desa mereka. Saat menyeberang itu, tiba-tiba korban terpeleset dan terjatuh. Bahkan, tubuh korban terseret arus hingga 200 meter. Kedua rekan korban berhasil menyeberang dan meminta tolong ke warga sekitar.

Warga yang mengetahui kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Muspika Kecamatan Karanggede. Petugas bersama warga setempat kemudian berupaya mencari korban. Selang beberapa saat, korban berhasil ditemukan terjepit di antara dua batu besar di Sungai Braholo.

Saat ditemukan korban mengalami luka memar di kedua kelopak mata dan dahi. Luka-luka itu diduga akibat benturan saat terseret arus. Selain itu, mulut korban mengeluarkan busa.

fid

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…