Sabtu, 15 Mei 2010 19:51 WIB Sukoharjo Share :

Bengawan Solo meluap, puluhan rumah terendam banjir

Sukoharjo (Espos)–Puluhan rumah di Kota Makmur yang dikitari Sungai Bengawan Solo beserta anak sungainya terendam air menyusul hujan lebat yang turun sejak Jumat (14/5) malam hingga Sabtu dini hari.

Hujan lebat tersebut selanjutnya mengakibatkan Sungai Bengawan Solo beserta sejumlah anak sungainya meluap naik. Di Nusupan, Kadoan, Grogol misalnya, luapan Sungai Bengawan telah memasuki perkampungan warga. Sebanyak 9 dari total 26 rumah yang berada di RT 04/RW V Nusupan, Kadoan halaman rumahnya tergenang air. Beruntung karena rumah warga rata-rata tinggi, banjir tidak sampai masuk ke rumah mereka.

Warga RT 04/RW V Kadoan, Subandi mengatakan, Sungai Bengawan Solo mulai meluap sekitar pukul 06.00 WIB. “Air Sungai Bengawan mulai meluap pagi tadi. Akibatnya seluruh pekarangan saya terendam banjir,” jelasnyanya ketika dijumpai wartawan di kediamannya, Sabtu (15/5).

Dengan kondisi rumah tergolong tinggi, Bandi menambahkan, beruntung luapan sungai tidak sampai masuk ke dalam rumah. “Sementara ini banjir belum sampai masuk ke rumah kami. Tapi kalau hujannya masih turun terus, saya khawatir air sungai cepat meluap naik sampai masuk rumah,” tandas dia.

Untuk mengantisipasi banjir yang lebih buruk, Bandi mengaku, dia dan sekeluarga sudah membungkus semua perabot rumah di dalam plastik. Barang-barang yang tidak bisa dibawa akan ditaruh ke atas rangon sementara dua anak bersama isterinya akan diungsikan ke Masjid An Nikmah yang lokasinya tidak jauh dari rumah.

Salah satu petugas SAR ketika dijumpai di lokasi kejadian, Ari Andriyanto menjelaskan, sebanyak 10 orang disiagakan di Nusupan, Kadoan. “Kami di sini sudah menyiapkan dua perahu karet untuk mengevakuasi warga. Sementara kami akan <I>standby<I> di sini (Nusupan-red) karena air sungai kelihatannya terus naik,” jelas dia. Ketinggian air sementara di Nusupan Kadoan mulai pagi hingga sore hari sekitar 50 cm.

Sementara itu jalan penghubung antara Desa Laban dengan Desa Tegalmade, Mojolaban terputus karena banjir. Di gapura masuk Desa Tegalmade, warga Laban sengaja memasang bambu melintang untuk mencegah pengendara bermotor lewat. Berdasar pantauan, mulai dari gapura masuk Desa Tegalmade hingga menuju ke RT 03/RW II, luapan Kali Samin tingginya mencapai sedada orang dewasa.

Salah seorang warga Laban, Budi Raharjo menjelaskan, ketinggian air di Tegalmade mencapai satu meter. “Karena banjir, kami sengaja memasang bambu supaya pengendara kendaraan bermotor tidak nekat masuk Tegalmade. Kalau mereka nekat, motor akan macet dan susah untuk kembali,” jelasnya. Akibat banjir, Budi menambahkan, warga yang akan menuju Tegalmade harus memutar melalui Plumbon, Mojolaban.

Akibat luapan Kali Samin tersebut, berdasar informasi yang dihimpun di lokasi, sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di Tegalmade halaman rumahnya terendam banjir. Sementara itu sebanyak 11 KK di RT 01/RW II Tegalmade terpaksa dievakuasi ke rumah tetangga terdekat lantaran banjir sudah mulai masuk rumah.

Kades Tegalmade, Giyanto menjelaskan, sebanyak 11 KK kini sudah dievakuasi ke tetangga terdekat. “Warga yang rumahnya terendam banjir sekarang ini sudah dievakuasi. Sementara memang baru 11 KK yang rumahnya terenda. Tapi kalau hujan turun terus, kemungkinan lebih banyak warga yang rumahnya terendam,” terang dia.

aps

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…