Sabtu, 15 Mei 2010 21:13 WIB Solo Share :

Banjir di Pucang Sawit dan Sewu capai 1 meter

Solo (Espos)–Ratusan rumah di kelurahan Pucang Sawit dan Sewu sejak Sabtu (15/5) pagi terendam air akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Pantauan Espos sampai Sabtu (15/5) siang di Kelurahan Sewu ada dua RW yang terendam banjir. Tepatnya di RT 3/RW XII sebanyak 35 rumah dan di RT 1, 2/ RW II sebanyak 50-an rumah. Sementara di Kelurahan Pucang Sawit, banjir menerjang sekitar 30 rumah di RT 2/RW XI.

Menurut Ketua RT 3/RW XII Kelurahan Sewu Joko Lelono yang rumahnya juga tergenang air, luapan air dari anak sungai Kali Pepe yang melewati RT-nya  mulai masuk pada pukul 06.30 WIB. Meskipun kenaikan air tidak terlalu cepat, tetapi kata Joko sampai pukul 11.00 WIB air telah menerjang 35 rumah .

“Ketinggian air di dalam rumah mulai dari 30 cm sampai 100 cm. Dan ini sudah keempat kalinya RT 3 terendam banjir sejak memasuki 2010,” ujarnya.

Dikatakan Joko, sejauh ini kerugian materi yang berarti belum ada. Pasalnya, begitu air masuk, rata-rata warga sudah langsung menempatkan barang-barang berharganya ke loteng.
Hanya, adanya banjir membuat semua aktivitas warga terganggu. “Selain mengungsi di Musala An Nur RT 3, sebagian warga masih bertahan di daerah sekitar rumah yang belum tergenang air,” paparnya.

Senada juga dikatakan Ketua RT 1/RW II Kelurahan Sewu, Wibowo, sebagian besar warga di RT 1 dan 2 juga masih bertahan di sekitar tempat tinggal. “Warga masih hanya mengungsi di tanggul,” ujarnya.

Sedangkan di RT 2/RW XI Pucang Sawit, menurut Sudiro Hadi Siswoyo, 63, sebagian besar warga yang rumahnya terendam sudah mengungsi di RW lainnya yang masih aman.

Sementara itu, sebagai langkah antisipasi penanganan bencana, selain mengerahkan personil Linmas, Kesbanglinmas juga sudah menyiapkan beberapa tenda. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinsonakertrans untuk persiapan pengadaan logistik,” ujar kata Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas), Joko Widodo.

Selain itu, untuk mengurangi luapan Sungai Pepe, Kepala Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Budi Santosa telah mengoperasikan sebanyak enam buah pompa penyedot air Sungai Pepe sejak pukul 06.30 WIB untuk dialirkan ke Sungai Bengawan Solo. Sebab, ketinggian air di luar pintu sudah mencapai 4,6 m. “Dan sejak pagi pintu air Demangan sudah kami tutup. Antisipasi agar air tidak lari ke kota,” ungkapnya.

Namun, menurut salah seorang petugas pemantau tinggi muka air Jurug, Haryanto, jika hujan kembali mengguyur Soloraya diperkirakan air akan terus naik. Menurutnya kenaikan air terlihat betul mulai pukul 03.00 WIB. “Pukul 03.00 WIB masih 3,76 m dan pukul 11.00 WIB sudah mencapai 8,10 m,” urainya.

fey

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…