Sabtu, 15 Mei 2010 23:03 WIB News Share :

Anak Ismail Marzuki tak sanggup bayar kontrak rumah

Jakarta— Anak tunggal pahlawan nasional Ismail Marzuki, Rachmiaziah Ismail Marzuki, 60, hidup dalam kekurangan. Rachmi tidak sanggup membayar sewa kontrak rumah selama enam tahun.

“Untung saja pemilik rumah ini, Pak Agus, orangnya baik. Dia sering telepon, ‘yang penting Ibu sehat, tidak usah dipikirkan yang itu (uang kontrak)’,” kata Rachmi yang menirukan ucapan pemilik rumah.

Di rumah tipe 45 di Perumahan Bappenas, Blok A 12, Cinangka, Wates, Sawangan, Depok, itu Rachmi hanya tinggal dengan suaminya, Muhammad Benny.

Empat anak Rachmi sudah berkeluarga dan pisah rumah. Di rumah dengan uang sewa kontrak Rp 4,75 juta per tahun itu juga istri almarhum Ismail Marzuki, Eulis Zuraidah, tutup usia pada tahun 2001.

Benny sendiri sudah lama pensiun dari kontraktor bangunan. Meski sesekali membantu temannya dalam bisnis jual beli tanah, namun Benny lebih banyak vakum ketimbang kerja.

“Sekarang juga lagi vakum,” kata Rachmi, Sabtu (15/5).

Untuk kebutuhan sehari-hari, Rachmi mengandalkan dari uang tunjangan pahlawan nasional Rp 1,5 juta per bulan. Karena pembayaran tunjangan dilakukan empat bulan sekali, Rachmi terpaksa berutang sana-sini dulu.

Rachi mengatakan, meski pemilik rumah tidak pernah menagih uang sewa kontrak, ia juga lama-lama tidak enak dengan utangnya yang kian membesar. Ia hanya berharap bisa memiliki sebuah rumah untuk menghabiskan masa tua bersama suami yang ia cintai.

“Saya nggak neko-neko, yang saya perlukan hanya tempat tinggal. Kalau kebutuhan sehari-hari Insya Allah bisa saya usahakan,” kata Rachmi yang harus rutin mengkonsumsi obat kolesterol dan darah tinggi ini.

dtc/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…