Jumat, 14 Mei 2010 11:04 WIB News Share :

Usia 120 tahun, fasih baca Alquran tanpa kacamata

Tasikmalaya–Tak banyak manusia yang diberikan kelebihan panjang umur dengan kemampuan penglihatan yang luar biasa. Nenek Minah di Kampung Cogreg, Desa Cogreg, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mungkin salah satu yang diberikan kelebihan tersebut.

Di usianya yang sudah 120 tahun, salah satu warga tertua di Jawa Barat ini masih fasih membaca ayat suci Alquran dari jarak 30 sentimeter tanpa bantuan lensa kacamata. Masih normal layaknya usia muda.

Bahkan satu bulan sekali ia masih mampu mengkhatam satu juz bacaan Alquran. Tak heran sejumlah petugas Badan Pusat Statistik serta wartawan yang meliput saat sensus penduduk berdecak kagum melihatnya.

“Ya hanya ini kebiasaan sehari-hari saya,” tutur Minah, Jumat (14/5). “Jarang kemana-mana lagi, saya sudah tua, ya paling hanya mengaji dan melihat cucu dan cicit.”

Hanya Sukaesih, anak perempuan tunggalnya yang kini berusia 80 tahun beserta puluhan cucu dan cicit yang tetap setia menamaninya. Namun meskipun posisi tubuhnya sudah bongkok, secara umum kondisi fisik Minah tampak sehat.

Memang kerutan di wajahnya tak bisa dipungkiri, namun seakan tidak menandakan bahwa ia sebagai sesorang yang berusia lebih dari 100 tahun. Tidak hanya matanya yang masih tajam, telinga dan bicaranya pun masih jelas. “Alhamdulillah saya masih bisa baca Quran,”ujarnya.

Sukaesih, mengatakan ibunya masih sehat di usianya yang sudah seabad lebih ini. Makan, minum bahkan hingga mandi sekalipun masih dilakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain termasuk anak dan cucunya bahkan cicitnya yang sudah berjumlah puluhan orang ini.

Bahkan Minah pun masih bisa bersosialisasi dengan warga sekitar, termasuk pergi ke pengajian di madrasah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya. Tak ada pantangan dalam hal makanan, semua bisa disantapnya. Bahkan tak kurang empat kali dalam sehari Minah menyantap makanan.

“Tidak rewel dalam hal makan,” ujar dia. “Ibu jarang sakit kalau pun sakit hanya panas biasa cukup panggil mantri desa saja,” tambahnya.

Minah sempat mengaku sebagai warga paling tua di kampungnya. Semua rekan seangkatannya sudah tiada. Termasuk mengklaim tertua dari dua orang tertua lainnya Suki dan Kalsem yang juga memiliki usia di atas 100 tahun.

“Suki dan Kalsem itu di bawah saya, saya masih ingat itu,” ujarnya. “Waktu saya sekolah di SR dulu, mereka masih anak-anak.”

Kini di tengah sensus penduduk yang sedang berlangsung. Semua warga sekitar berdecak kagum terhadap kebiasaan tadarus Alquran yang dilakukan Minah termasuk kegiatan keseharian lainnya.

Minah pun mengakui bila umur panjang yang dijalani semuanya merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan. “Ini mungkin anugrah Allah buat Mak Minah,” ujar Abdul Hadi, tokoh masyarakat Desa Cogreg. “Sejak muda Mak Minah memang dikenal rajin beribadah,” imbuhnya.

tempointeraktif/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…