Jumat, 14 Mei 2010 12:21 WIB Internasional Share :

Situasi Bangkok kian memanas, Kedubes Inggris dan AS ditutup

Bangkok–Situasi di Bangkok, Thailand kian memanas. Pemerintah Inggris pun menutup kedutaan besar (kedubes) mereka di Bangkok hari ini, jumat (14/5). Langkah ini mengikuti pemerintah Amerika Serikat yang juga telah menutup Kedubesnya di Bangkok.

Juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan, Kedubes Inggris di Bangkok ditutup hari ini terkait kekerasan di ibukota Thailand itu. “Kami akan memonitor situasi di Bangkok dengan basis hari per hari,” ujar juru bicara tersebut seperti dilansir AFP, Jumat.

Kedubes AS di Bangkok juga ditutup untuk publik hari ini. “Kedubes ditutup dan layanan warga negara Amerika hanya untuk emergensi,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley kepada wartawan di Washington.

“Kami terus mendorong kedua pihak bahwa kekerasan bukan jalan untuk menyelesaikan masalah ini. Pada akhirnya, pemerintah dan demonstran harus bersatu kembali dan mencapai kesepakatan untuk melangkah maju,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Kamis (13/5) kemarin para demonstran antipemerintah bentrok dengan pasukan Thai di Bangkok. Akibatnya, satu orang tewas dan delapan orang lainnya terluka. Seorang tokoh demonstran ‘kaus merah’ termasuk di antara para korban luka.

Aksi demo para demonstran pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra tersebut telah berlangung sekitar dua bulan. Dalam kurun waktu itu, setidaknya 30 orang telah tewas dan sekitar 1.000 orang lainnya luka-luka dalam bentrok berdarah antara demonstran dan pasukan keamanan Thai.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…