Jumat, 14 Mei 2010 17:46 WIB Wonogiri Share :

Rapat dengar pendapat Komisi A-Perdes temui jalan buntu

Wonogiri (Espos)–Rapat dengar pendapat antara Komisi A DPRD, Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes), perwakilan perangkat desa (Perdes) Wonogiri untuk mengkaji kemungkinan mengubah prosedur pembayaran bantuan tambahan penghasilan tetap Perdes menjadi setiap bulan, Jumat (14/5), menemui jalan buntu.

Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) dan pihak-pihak terkait di Pemkab Wonogiri belum menemukan aturan yang memungkinkan hal itu dilaksanakan. Namun, satu hal ditegaskan dalam rapat tersebut bahwa bantuan tambahan penghasilan itu diharapkan tetap dianggarkan setiap tahunnya.

Ketua Komisi A DPRD Wonogiri, Soetarno, dalam rapat yang digelar di Gedung DRPD setempat, kemarin mengungkapkan, untuk sementara ini, Perdes memang harus tunduk pada peraturan yang ada bahwa bantuan tidak bisa dibayarkan tiap bulan. “Tambahan penghasilan ini masuk kategori bantuan sehingga pembayarannya tidak bisa mendahului APBD. Ya sementara ini, perangkat desa harus maklum dan menerima pembayaran bantuan itu setiap triwulan,” kata Soetarno.

Sementara Kabag Pemdes, Sunarso menjelaskan, pihaknya memang belum menemukan aturan yang memungkinkan bantuan tambahan penghasilan tetap itu diperlakukan seperti gaji PNS yang dibayarkan setiap bulan tanpa menunggu penetapan APBD. Karena itu, untuk tahun ini, bantuan itu akan dibayarkan seperti biasa, yaitu setiap tiga bulan sekali.

“Tapi untuk 2011 kami akan mengupayakan mencari terobosan. Kami akan mengadakan rapat kerja khusus dengan DPPKAD, Bappeda, Inspektorat, Bagian Hukum dan lain-lain untuk membahas hal itu. Kalau belum juga ada solusi kami akan berkonsultasi ke pusat,” kata Sunarso.

shs

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…