Jumat, 14 Mei 2010 16:15 WIB Karanganyar Share :

Limbah di Soko, BLH panggil pemilik lahan

Karanganyar (Espos)–Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar menindaklanjuti keluhan akan tempat penampungan limbah di Dukuh Soko Desa Sukosari, Jumantono. BLH menjadwalkan pemanggilan pemilik lahan pada Senin (17/5) mendatang, terkait persoalan itu.

“Kami sudah terjun ke lapangan bersama Komisi III DPRD. Ternyata benar, ada fasilitas penampungan limbah di Soko. Nanti akan panggil pemilik tanah guna dimintai penjelasan masalah itu,” ungkap Kepala BLH Kabupaten Karanganyar, Sandimin kepada Espos, seusai meninjau lokasi, Jumat (14/5) siang.

Sandimin memaparkan, informasi yang diperoleh BLH menyebutkan material buangan di Dukuh Soko semula dimanfaatkan untuk proses pembuatan pupuk cair. Namun karena dibiarkan mangkrak sejak lama, kata dia, tidak menutup kemungkinan sisa limbah di tempat itu mengalami perubahan senyawa sehingga berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan alam di sekitarnya.

Dia menegaskan, pemilik tanah harus sesegera mungkin membersihkan lahannya guna mengantisipasi berbagai dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Terlebih mengingat letak bak-bak penampungan limbah itu yang berada tak jauh dari pemukiman penduduk. Selama ini, ujarnya, selain bau tidak sedap yang menyengat, warga melaporkan ada di antara mereka yang mengalami sesak napas.

Pada bagian lain, Ketua Komisi III DPRD Karanganyar, Suwanto, mengingatkan agar BLH bertindak cepat menangani persoalan di Soko. Hal itu untuk mengantisipasi reaksi dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh keberadaan prasarana penampungan limbah dimaksud. Apalagi, serunya, pengoperasian fasilitas itu selama ini tidak dilengkapi izin dari instansi terkait Pemkab setempat.

“Hasil pembicaraan dengan BLH, soal limbah akan diselesaikan mereka. Pemilik lahan akan dipanggil dan dimintai pertanggungjawabannya. Tetapi misalnya ada kendala dan BLH tidak mampu, Komisi III siap mengambil alih penanganannya,” kata Suwanto.

Sebelumnya diberitakan, warga Dukuh Soko Desa Sukosari mengeluhkan tempat penampungan limbah di wilayah mereka. Selain menimbulkan bau tidak sedap yang sangat menyengat, bahan buangan di lokasi diduga mengakibatkan beberapa warga terserang sesak napas. Selain itu sejumlah tanaman keras di pekarangan penduduk diketahui juga mati, diduga akibat sebab yang sama.

try

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…