Jumat, 14 Mei 2010 18:56 WIB Issue Share :

Komunitas komik Solo dinilai mati suri

Solo (Espos)–Kota Solo dianggap memiliki potensi besar di bidang seni komik. Sayangnya, komunitas komik di Solo banyak yang mengalami mati suri. Hal itu diungkapkan Mujiyono dan Arum Mekar Sari dari Komisi Solo dalam gelaran Gerak Komunitas #1, Jumat (14/5), di Gedung Kesenian Solo (bekas gedung bioskop Solo Theater).

“Sebenarnya komunitas komik di Solo banyak sekali. Kita mengenal, Bengkel Komik, Studio Sempit, Studio Tawon, dan masih banyak lagi. Tapi kalau tidak ada event-event spesial, pergerakan sebagian komunitas komik di Solo tidak terlihat,” papar Mujiyono.

Komunitas komik di kota ini, lanjut Mujiyono, perlu dorongan agar bisa berkembang dan tak mengalami mati suri. Jaringan atau hubungan antara komikus dan beberapa komunitas komik di Solo erlu diperkuat. Sehingga terwujud kebersamaan untuk menciptakan iklim seni komik yang maju dan berkembang di Kota Budaya.

“Perkembangan komik di Solo masih dianggap musiman. Maka dari itu, perlu jaringan solid antarkomunitas agar bisa menciptakan event reguler yang konsisten di area Kota Solo,” tukas dia.

Oleh karena itu, perlu wadah khusus agar komunitas mereka terus bergerak dan menghasilkan karya yang terus dinanti-nanti. Arum Mekar Sari menambahkan, Komisi yang ia gawangi bersama mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dan beberapa komikus lain di luar ISI Solo mencoba terus memacu gairah dunia komik dan animasi di kota ini.

“Caranya bisa dengan berbagai cara, seperti mengeluarkan karya kompilasi hingga membuat merchandise yang bernuansa komik,” tutur dia.

Kini, Komisi tengah menyiapkan komik kompilasi ketiganya bertajuk 3 Dunia. Komunitas komik asal Solo yang ikut dalam Festival Komik dan Animasi tingkat Nasional di Taman Budaya Jawa Tengah, Oktober 2009 silam ini akan mencoba merapatkan hubungan para komikus dan komunitas komik di Solo.

hkt

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…