Jumat, 14 Mei 2010 13:43 WIB News Share :

Komjen Susno Duadji tetap tak mau diperiksa

Jakarta–Tersangka kasus mafia arwana PT Salmah Arowana Lestari, Komisaris Jenderal (Konjen) Susno Duadji dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jumat (14/5). Namun, mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri ini tetap menolak untuk diperiksa.

“Hari ini akan ada pemeriksaan sekitar jam dua di Brimob, sampai kemarin sikapnya tetap konsisten tidak mau diperiksa,” kata M Assegaf, pengacara Susno, Jumat (14/5).

Menurut dia, Susno masih tidak bisa menerima dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus arwana ini. Padahal, lanjut Assegaf, keterangan yang dijadikan dasar untuk menetapkan Susno sebagai tersangka adalah orang-orang yang seharusnya menjadi tersangka. “Dia (Susno) diperiksa karena meniup peluit (membongkar kasus),” kata dia.

Lalu, sampai kapan aksi bungkam Susno akan berlangsung? “Enggak tahu. nanti kami akan tanyakan ke dia (Susno),” kata Assegaf.

Sebagaimana diketahui, Susno ditetapkan sebagai tersangka karena dituduh telah menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung sebagai pengacara invstor PT Salmah Arowana Lestari, di Riau melalui Sjahril Djohan. Penetapan ini menjadi kontroversi, karena Susno menganggap penetapan dirinya menjadi tersangka tidak melalui prosedur.

Susno menilai penetapan sebagai tersangka hanya berdasarkan keterangan saksi yang belum kuat dan tidak didukung bukti yang cukup. Dia juga telah mengajukan keberatan penetapan sebagai tersangka melalui gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…