Jumat, 14 Mei 2010 14:27 WIB News Share :

50 Dokter NTT mengadu ke Gubernur

Kupang–Sedikitnya 50 dokter Rumah Sakit Umum Johanis Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/5) mengadu kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya karena mereka tidak puas dengan manajemen rumah sakit tempat mereka bekerja. Akibat “aksi demo” ini, pelayanan rumah sakit terhenti sementara.

Ketua Komite Medik RSU Provinsi NTT, Dr. Woro Indri Patwosiwi mengatakan, saat ini para dokter tidak nyaman bekerja. Sebabnya, sejumlah fasilitas yang mestinya menjadi hak dokter, seperti kendaraan, uang bensin, kontrak rumah, tidak pernah jelas. “Dana insentensif dokter dan jasa medik juga kurang transparan dalam pembagiannya,” kata Woro.

Selain itu, kata dia, sejumlah peralatan medis di rumah sakit juga tidak dapat difungsikan, karena pengadannya tidak sesuai kebutuhan. “Bahkan, banyak peralatan yang rusak, namun hingga saat ini belum diperbaiki,” ujarnya.

Dia juga mengeluhkan mutasi pegawai yang dilakukan manajemen, tidak sesuai dengan spesifikasi dan keahlian dokter. Persoalan yang paling krusial adalah administrasi pengurusan hak dokter yang berbelit-belit.

Menanggapi keluhan para dokter ini, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, pihaknya akan mempelajari pengaduan para dokter tersebut. Namun, kata dia, untuk pengadaan peralatan dan kendaraan bagi tenaga dokter belum bisa dilakukan karena  anggarannya terbatas. “Intinya kami sepakat untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit, meskipun anggarannya masih terbatas,” kata Frans.

tempointeraktif/ tiw

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…