ilustrasi taman
Kamis, 13 Mei 2010 18:20 WIB Solo Share :

Ruang terbuka hijau di Solo masih kurang luas

Solo (Espos)--Kota Solo masih membutuhkan sedikitnya 5,28 kilometer persegi (Km2) lahan untuk memenuhi standar 30% ruang terbuka hijau (RTH).

Persoalannya, saat ini Kota Solo nyaris tidak memiliki lahan kosong yang bisa digunakan untuk RTH. Lahan yang masih memungkinkan untuk keperluan itu adalah kawasan bantaran, bekas lokasi pedagang kaki lima (PKL) yang telah direlokasi dan permakaman. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Anung Indro Susanto mengakui Kota Solo nyaris kehabisan lahan untuk RTH. Saat ini, total kawasan RTH di Solo baru mencapai 18%, dari total 44,03 Km2 luas Kota Bengawan.

“Memang lahan kita terbatas. Lahan yang masih memungkinkan paling hanya bantaran sungai, itu cukup signifikan menambah total RTH. Di luar itu, ya paling hanya permakaman,” papar Anung, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Rabu (12/5).

Kendati demikian, Anung melanjutkan, saat ini pihaknya tengah penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Solo. Dalam RTRW tersebut, dia menandaskan, persoalan RTH akan mendapat perhatian lebih. RTRW Kota Solo secara detail akan mengatur lokasi mana saja yang menurut kajian tepat digunakan sebagai RTH. Anung menyambung, penyusunan RTRW Kota Solo kini memasuki tahap konsultasi dengan pemerintah pusat, dan diharapkan tahun ini juga RTRW tersebut diundangkan.

Sementara itu, lebih khusus mengenai rencana penataan kawasan permakaman sebagai RTH, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, Satriyo Teguh Subroto menerangkan upaya menjadikan permakaman sebagai RTH tidak sulit. Menurut Satriyo, pihaknya hanya perlu mengatur penataan kawasan permakaman sehingga memberi celah untuk menanam aneka tanaman sebagai bagian RTH. “Mudah saja, tinggal bagaimana mengaturnya. Rencana kami, permakaman akan ditanami dengan jenis tanaman yang ramah lingkungan, seperti trembesi dan talok,” ujar dia.

tsa

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…