Kamis, 13 Mei 2010 20:17 WIB Solo Share :

Instalasi listrik terburai, pedagang Galabo waswas

Solo (Espos)--Para pedagang di Gladak Langen Bogan (Galabo) mengaku waswas dengan kondisi instalasi listrik di sejumlah titik jaringan yang terburai. Selain dikhawatirkan terjadinya korsleting, pedagang juga waswas jika sampai menelan korban jiwa karena sengatan listrik.

Instalasi listrik yang terburai itu rata-rata berada di titik tengah deretan para pedagang. Jaringan yang terburai juga memercikkan api jika terkena percikan air cucian. Pasalnya, lokasi instalasi listrik menjadi satu dengan tempat cucian di belakang gerobak. Untuk menghindari kejadian fatal yang tak diinginkan, sejumlah pedagang terpaksa memasang sambungan sendiri dan menjulur ke jaringan pedagang sampingnya.

Selain itu, sejumlah wastafel di depan gerobak ternyata juga tak berfungsi sebagaimana mestinya. Penyebabnya, air dari kran wastafel ternyata tak pernah mengalir sehingga hanya jadi tempat pembuangan sampah. Kondisi tersebut sangat disayangkan para pedagang lantaran mereka yang setiap malamnya wajib membayar retribusi senilai Rp 15.000, ternyata tak diimbangi dengan fasilitas yang semestinya. “Air krannya mati. Instalasi lisrtiknya membahayakan bagi pedagang. Kalau anak-anak saya tak hati-hati bisa kesetrum,” kata salah satu pedagang, Didik Kushendratmo kepada Espos di Galabo, Kamis (13/5).

Menurut Didik, kondisi instalasi listrik yang terburai tersebut sudah terjadi sejak setengah tahun lalu. Pihaknya bersama pedagang lainnya juga sudah pernah melayangkan surat terkait hal itu kepada pengelola Galabo. Namun, imbuhnya, hingga sekarang belum juga ada tanggapannya. “Katanya diminta menemui petugas yang ini. Lalu diminta ke petugas yang itu. Kami capek dilempar-lempar terus, ya sudahlah,” sahut pedagang lainnya, Risa menunjukkan percikan api listrik jika terkena air.

asa

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…