Kamis, 13 Mei 2010 16:41 WIB Wonogiri Share :

Ayah dan anak korban keracunan, dikubur satu liang, dua lubang

Kajang di halaman depan rumah (alm) Jaimin, 50, warga Lingkungan Watuagung RT 2/RW 4, Kelurahan Kasihan, Ngadirojo, Wonogiri mulai dikemasi, Kamis (13/5) pagi. Saat Espos tiba, terlihat dua tukang kajang mengemasi dan menumpukkan dalam satu bendelan.

Sementara di teras, dua famili korban dan suami almarhumah Dwi Riyanti, 25, anak kandung (alm) Jaimin, duduk di kursi kayu. Di depannya terdapat gelas-gelas yang sudah habis air tehnya, pertanda banyak tamu yang berkunjung untuk menyampaikan belasungkawa.

Di ruang tengah rumah terhampar luas tanpa tikar. “Saya rasa, keterangan soal kematian kakak ipar saya tidak perlu diceritakan lagi. Nanti akan mengundang duka bagi saudara-saudaranya di perantauan. Saat ini masih suasana berkabung, jika diceritakan lagi akan menimbulkan luka dalam,” ujar Parto, adik ipar korban Jaimin yang menjadi wakil pihak keluarga kepada Espos. Sebelumnya, Jaimin dan anaknya, Dwi Riyanti diketahui meninggal setelah mengkonsumi makanan.

Parto yang merantau di Jakarta, mengaku datang ke Kasihan bersama familinya berjumlah 10 orang dengan cara sewa travel. “Kami mendapat kabar Selasa pukul 19.00 WIB dan satu jam kemudian semua famili diberitahu untuk berkumpul dan berangkat bersama-sama. Upaya mencari travel dilakukan dan baru pukul 23.00 WIB berangkat dari Jakarta.”

Sementara itu, Kapolsek Ngadirojo AKP Darmanto mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto mengatakan, barang bukti sisa makanan sudah diamankan untuk pemeriksaan laboratorium. “Dua korban ayah dan anak itu meninggal secara berurutan. Kali pertama ayah dan 30 menit kemudian anaknya bernama Dwi. Kejadian Selasa sekitar pukul 16.00 WIB, namun korban Jaimin meninggal di RS Marga Husada Selasa malam dan Dwi meninggal di Puskesmas Jatipuro,” ujarnya.

Diceritakannya, korban saat itu baru pulang dari kerja, kemudian membuat segelas kopi merek ABC sambil makan tempe melanding atau lamtoro goreng. “Selang 30 menit korban merasa pusing dan kejang-kejang, mulut mengeluarkan busa. Korban dibawa ke Puskesmas Jatipuro, Karanganyar selanjutnya dirujuk ke RS Marga Husada, Wonogiri. Sekitar pukul 20.20 WIB korban Jaimin meninggal di rumah sakit dan korban kedua juga diduga minum kopi dan makan tempe melanding goreng sisa dari korban Jaimin.”

Korban kedua, Dwi sekitar pukul 19.00 WIB merasa pusing dan mulut mengeluarkan busa dibawa ke Puskesmas Jatipuro, Karanganyar. “Korban Dwi sekitar pukul 20.30 WIB meninggal di Puskesmas Jatipuro. Dari pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan agar kedua jenazah tidk diaotopsi.”

tus

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…