Rabu, 12 Mei 2010 15:51 WIB News Share :

Puluhan rumah rusak diterjang puting beliung

Jepara–Sekitar 35 rumah penduduk di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, rusak ringan, tujuh rusak sedang, dan sebuah rumah rata dengan tanah, akibat diterjang angin puting beliung pada Selasa (11/5).

Menurut Kepala Desa Batukali Sukarto di Jepara, Rabu (12/5), bencana angin puting beliung terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, yang diawali dengan turun hujan.

“Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, tidak ditemukan adanya korban jiwa, meskipun ada sebuah rumah warga yang rata dengan tanah,” ujarnya.

Rumah warga yang roboh tersebut, kata dia, mendapatkan bantuan dana untuk pembangunan rumah warga tersebut dari Pemkab Jepara sebanyak Rp3 juta.

Selain itu, kata dia, PMI cabang Jepara juga terjun ke lokasi memberikan bantuan berupa logistik kepada para korban bencana angin puting beliung.

Sedangkan kerusakan rumah warga, kata dia, umumnya terjadi pada genteng rumah yang beterbangan karena ditiup angin puting beliung.

“Hingga Rabu hari ini (12/5) warga masih bergotong royong membersihkan genteng yang berserakan,” ujarnya.

Ia memperkirakan, jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Masrat mengatakan, sebelum terjadi angin puting beliung, terdengar angin kencang dari arah selatan dan suaranya sangat keras yang disertai hujan ringan.

“Tak lama berselang, genting rumah warga mulai beterbangan dan terdengar suara gemuruh,” ujarnya.

Sebelum kejadian, katanya, beberapa warga bergegas keluar rumah untuk menyelematkan diri. “Tidak adanya korban jiwa, dimungkinkan karena warga sempat menyelamatkan diri dengan cara keluar rumah,” ujarnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…