Rabu, 12 Mei 2010 12:57 WIB News,Hukum Share :

PN Ambon dikirimi dua karangan bunga

Ambon— Aksi demo para jurnalis Ambon kembali berlanjut. Kali ini dua buah karangan bunga di letakkan tepat di papan nama kantor Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Jl Sultan Hairun, Rabu (12/5).

Selain dua buah karangan bunga, dua buah poster besar yang menggambarkan kameraman SCTV, Juhri Samanery tengah terluka dan darah mengucur pada wajahnya. Sebagian wajahnya juga membengkak.

Aksi yang dimotori PWI Maluku dan Maluku Media Centre mengambil tempat di depan pintu gerbang masuk PN Ambon dan depan Polsekta Sirimau. Selain meletakkan krans bunga, para jurnalis juga berorasi mengecam penetapan status kameraman SCTV, Juhri Samanery sebagai tersangka.

“Di gedung ini, tidak layak bicara keadilan. Di gedung ini pula warga tidak perlu mencari kebenaran. Karena gedung ini keadilan sudah terkubur,” teriak Azis Tuny, koresponden The Jakarta Post.

Hadiah karangan bunga, kata Azis, menjadi pertanda bahwa keadilan sudah mati. “Ini sebagai tanda bahwa keadilan di negeri ini sudah mati. Dan itu dilakukan oleh para hakim, penegak keadilan sendiri,” tegas Azis.

Usai berorasi di depan Polsekta, para pendemo langsung menuju Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. “Kami akan mempertanyakan dasar hukum penetapan tersangka atas nama rekan kami, Juhri Samanery,” kata Rudi Fodif, koordinator aksi.

Aksi pemukulan wartawan ini mendapat kecaman Wakil Gubernur Maluku, DPRD Maluku. Bahkan DPRD Maluku akan memanggil Kapolda dan Kepala PN Ambon serta Ketua Pengadilan Tinggi Maluku untuk dimintai penjelasannya terkait kasus ini dan penetapan tersangka Juhri Samanery.

“Bagaimana korban penganiyaan ditetapkan sebagai tersangka. Ini aneh dan ada apa-apanya,” ujar Lutfi Sanaky, anggota DPRD Maluku.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…