Rabu, 12 Mei 2010 13:35 WIB Ekonomi Share :

Menaruh asa ke Piala Dunia lewat Coca-Cola

Oleh: Yonantha CP

Rahmat Wibisono, 37, sejatinya bukan penggila sepakbola. Bahkan, pria bertubuh tinggi besar ini mengaku tak menggemari olahraga yang banyak digandrungi masyarakat di berbagai penjuru dunia tersebut.

Namun demam Piala Dunia yang akan digelar di Afrika Selatan pada 11 Juni-11 Juli nanti memang tak hanya menjadi milik mereka yang tergila-gila dengan permainan asal Inggris ini.

Rahmat, dan mungkin banyak yang lain yang semula tak begitu peduli dengan sepakbola, tiba-tiba ikut merasakan semangat Piala Dunia. Keriuhan event terakbar empat tahunan ini sungguh luar biasa gaungnya. Bagi Rahmat yang pekerja pers di wilayah Solo, ia berani melambungkan impian untuk masuk dalam kemeriahan ini.

Tak tanggung-tanggung, ia memimpikan bisa terbang langsung ke Afrika Selatan-tempat perhelatan akbar ini digelar-untuk bisa merasakan langsung atmosfer kemegahan dan kemeriahan Piala Dunia, langsung dari tempatnya.

“Terus terang saya tak menyukai sepakbola. Tapi Piala Dunia memang istimewa. Saya membayangkan bisa berjalan-jalan ke Afrika Selatan, menikmati keindahan alamnya sekaligus menyaksikan langsung Piala Dunia,” ujar Rahmat sambil meneguk sebotol Coca-Cola di koperasi kantornya.

“Setiap hari saya minum Cola-Cola di sini. Kebetulan juga sedang ada promo tutup kemasan Cola-Cola berhadiah langsung nonton Piala Dunia ke Afsel, jadi klop, siapa tahu saya beruntung bisa berangkat ke sana. Tapi susah juga sepertinya, karena setelah saya buka tutup botolnya, seringnya mendapat hadiah gratis satu botol lagi,” urainya sembari tertawa.

Penjaga toko koperasi, Sri Lestari, membenarkan kalau Rahmat selalu minum Cola-Cola tiap kali ‘kongkow’ di tempatnya. “Dia beli Cola-Cola karena memang ingin nonton Piala Dunia. Jadi tiap hari selalu beli. Biasanya Coca-Cola dan Fresh Tea,” jelas Sri Lestari.

Retensi

Sebagai retensi terhadap konsumen setianya, Cola-Cola memang ingin memberikan kesempatan kepada penggemar di Indonesia untuk bisa merasakan pengalaman menonton langsung ‘Piala Dunia 2010’ di Afrika. Untuk itu, sejak 7 Maret hingga 31 Mei, pihak Cola-Cola selaku partner resmi ‘Piala Dunia 2010’, mencari 20 pemenang untuk nonton langsung putaran final di Afrika Selatan melalui program yang bertemakan ‘Buka Coca-Cola Ekspresikan Semangat Barumu’.

Selain berkesempatan menonton secara langsung pertandingan Piala Dunia FIFA 2010, para pemenang hadiah utama juga akan berkesempatan untuk melihat Afrika Selatan secara lebih dekat melalui paket perjalanan 7 hari.

“Coca-Cola memiliki keterkaitan erat dengan sepakbola serta Piala Dunia. Kami ingin memberikan kesempatan kepada penggemar di Indonesia untuk bisa merasakan pengalaman menonton langsung ‘Piala Dunia 2010’ di Afrika, serta aneka hadiah menarik melalui program tutup kemasan berhadiah langsung,” kata David Tjokro, Direktur Marketing, PT Coca-Cola Indonesia dalam rilis yang diterima Espos, belum lama ini.

Arif Mujahidin selaku Media Relation Manager PT Coca Cola Indonesia seperti dikutip dari mix.co.id menambahkan, tidak ada penjualan yang dipatok dari program tersebut. “Ini adalah cara Coca Cola mengapresiasi konsumen. Untuk itu, kami tak sekadar memberikan tiket, tetapi paket perjalanan ke Afrika Selatan,” pungkas Arif, yang enggan menyebut target penjualan dari program tersebut.

Piala Dunia FIFA tak bisa dilepaskan begitu saja dari keterlibatan Coca-Cola sebagai sponsor. Coca-Cola yang kali pertama diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat ini sudah terlibat dalam sponsorship sejak 1950, saat Piala Dunia dihelat di Brazil. Sejak tahun 1978, saat Piala Dunia digelar di Argentina hingga 2022 nanti Coca-Cola menjadi Partner Resmi Piala Dunia FIFA.

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…