Selasa, 11 Mei 2010 17:12 WIB Karanganyar Share :

Warga Punukan melarang mobil lewat jalan desa

Karanganyar (Espos)--Warga Dusun Punukan RT 6 RW XV Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih melarang kendaraan roda empat melintasi jalan dusun setempat. Penutupan itu dilakukan lantaran jembatan di jalur ke dusun itu rusak. Jika kendaraan roda empat masih melewati jalan tersebut, maka dapat memperparah rusaknya jembatan.

Menurut salah satu warga setempat, Ahmad, 65, jembatan rusak sejak tiga bulan lalu. Setiap kali hujan, tiang penahan jembatan tidak kuat menahan derasnya arus air. “Jembatan itu sama sekali belum pernah diperbaiki sejak dibangun tahun 1956,” ungkap Ahmad.

Warga RT 6 bersepakat untuk menutup ujung jalan dusun menggunakan bambu yang dipasang melintang. Hanya sepeda motor yang dapat melewati jalan itu. Sedangkan mobil harus lewat jalan pinggir dusun. Bila jalan tersebut masih dilewati mobil, maka dapat memperparah kondisi jembatan.

Usaha yang telah dilakukan warga untuk memperbaiki jembatan, yakni dengan menggalang dana swadaya. “Katanya juga mau ada dana bantuan dari PNPM, tapi sampai sekarang belum cair,” ujar warga lain, Romo Dimejo, saat ditemui Espos di Dusun Punukan, Selasa (11/5) siang.
Warga menyepakati, bagi rumah tangga yang tidak memiliki sawah, dipungut biaya pembangunan jalan Rp 150.000. Sedangkan rumah tangga yang memiliki lahan sawah dipungut biaya senilai Rp 300.000.

m87

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…