Selasa, 11 Mei 2010 16:20 WIB Sragen Share :

Warga Gondang tewas di bawah Jembatan Ledok

Sragen (Espos)–Sukimin, 48, warga Bumiaji RT 10, Kecamatan Gondang, Sragen ditemukan tewas di bawah Jembatan Ledok, Sragen Wetan, Selasa (11/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diduga terjatuh saat mencari siput pada malam hari. Mayat korban ditemukan tergeletak kaku di selokan tepat bawah jembatan sisi timur.

Kondisi mayat cukup mengenaskan. Mata sebelah kiri bengkak membiru akibat benturan benda keras dan telinga kiri mengeluarkan darah. Selain pakaian, juga ditemukan senter dan accu yang menempel di pinggang korban serta sendal jepit. Identitas mayat diketahui setelah aparat Polres Sragen dan anggota Tim SAR Himalawu melakukan evakuasi dan pemeriksaan mayat sekitar pukul 07.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Espos di tempat kejadian perkara (TKP), warga Krapyak RT 29, Hadi Wiyono, 65, mengetahui ada sepeda dan beronjong terletak di pinggir jembatan sekitar pukul 01.30 WIB. Saat diperiksa, ternyata beronjong tersebut berisi siput. Sepeda dan beronjong diduga milik korban.

Sekitar pukul 07.00 WIB, warga Krapyak RT 31/RW X, Mitro Supatno, 47, bermaksud hendak membuang hajat ke sungai Garuda itu. Namun saat turun ke bawah, dia tersentak, karena melihat sesosok mayat berkaos merah lengan panjang dan celana panjang hitam tergeletak di selokan.

Mitro tak berani turun dan mengurungkan niatan buang hajat. Mitro langsung kembali ke kampung dan mengajak sejumlah warga untuk melihat mayat itu. Tak lama kemudian, warga langsung berkerumun.

Anggota Polsek Sragen langsung ke TKP disusul tim forensik Polres Sragen. Petugas melakukan olah TKP dan mengidentifikasi mayat. Dari tubuh korban ditemukan dompet warna coklat berisi kartu tanda penduduk (KTP) yang menerangkan identitas korban.

Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari melalui Kapolsek Sragen AKP Agus Irianto membenarkan kejadian itu. Menurut dia, mayat korban selesai diperiksa dan diserahkan ke keluarga korban.

trh

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…