Selasa, 11 Mei 2010 12:19 WIB Sragen Share :

Unjuk rasa ribuan massa di Sragen ricuh

Sragen (Espos)—Unjuk rasa menuntut penuntasan kasus dugaan ijazah palsu Bupati Sragen, Untung yang diikuti ribuan orang dari elemen masyarakat, Ormas, LSM dan Parpol, di depan Kantor Pemda setempat, Selasa siang (11/5), ricuh.

Peserta aksi sempat membakar ban di empat titik di dekat kantor Pemda, sebelum akhirnya terlibat bentrokan dengan anggota polisi yang memasang pagar berduri di depan Kantor Pemda.

Ribuan massa datang dari dua arah, yakni dari barat dan timur Jalan Sukowati, tempat Kantor Dinas Bupati Sragen berada. Mereka menuntut agar Bupati menemui pengunjuk rasa untuk menjelaskan dugaan ijazah palsu tersebut semula berlangsung damai.

Massa dalam aksinya juga menuntut agar aparat penegak hukum segera memproses kasus dugaan ijazah palsu tersebut.

Sekitar pukul 11.00 WIB, aksi tersebut memanas. Sejumlah pengunjuk rasa mulai memukuli pagar berduri, tidak hanya itu mereka juga menyeret pagar berduri tersebut hingga akhirnya jebol.

Begitu pagar penghalang jebol, massa langsung merangsek memasuki halaman di luar pagar Pemda. Namun kedatangan massa langsung dihalangi anggota Dalmas dan Brimob yang sudah berjaga sejak awal.

Aksi dorong mendorong akhirnya berubah menjadi aksi saling pukul. Tidak hanya itu, aksi saling lempar batu dari kedua belah pihak juga terjadi. Dari pantauan Espos, korban luka dialami satu pendemo dan satu orang petugas. Sementara itu satu petugas sempat pingsan.

trh

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…