Selasa, 11 Mei 2010 13:54 WIB News Share :

Robert Tantular tegaskan tak ada L/C bodong

Jakarta–Sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk kasus Misbakhun, Robert Tantular sempat menyampaikan pernyataan terkait kasus yang melilit Misbakhun. Robert mengatakan¬† L/C itu memang ada dan tidak fiktif, hanya gagal bayar.

Hal itu ditegaskannya sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (11/5). “Mengenai L/C bodong itu tidak ada, ini sudah diplesetkan,” ujarnya.

Robert menjelaskan, dirinya juga pernah membaca dari koran tentang pernyataan Misbakhun yang mengakui L/C itu memang ada. L/C itu, lanjutnya, tidak bodong tapi gagal bayar.

“Sudah me-restrukturisasi, memberikan jaminan bayar dan mulai mengangsur. Dari Bank Mutiara sendiri dir-nya pak Maryono bicara seperti itu,” jelasnya. “L/C itu tidak bodong tapi gagal bayar,” tambah Robert.

Sementara terkait kasus pemalsuan dokumen yang disangkakan kepada Misbakhun, Robert mengaku tak tahu menahu. “Saya sama sekali tidak tahu, itu administrasi di bank. Saya bukan pengurus, bukan direksi, bukan juga komisaris di Bank Century. Tapi karena saya dan Hermanus ditahan apa-apa ya sudah,” jawab Robert yang juga mengaku tak mengenal Misbakhun ini.

Robert lantas menerangkan, bahwa dalam Bank Mutiara (Bank Century) itu ada bagian-bagiannya, ada direksi dan divisi masing-masing. Mereka-merekalah yang menurut Robert bertanggung jawab dalam kasus ini.

“Semuakan ada pengajuan prinsip dan syarat-syarat,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Robert Tantular diperiksa sebagai saksi terkait kasus Misbakhun. Selain Robert, mantan Direksi Bank Century, Hermanus Hasan Muslim, juga turut diperiksa sebagai saksi. Keduanya diperiksa penyidik dari Bareskrim Mabes Polri di Gedung Jampidum Kejagung lantai lima.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…