Selasa, 11 Mei 2010 21:38 WIB Karanganyar Share :

PN Karanganyar siap sidangkan kasus GLA

Karanganyar (Espos)--Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar menegaskan kesiapannya menyidangkan kasus dugaan korupsi proyek Griya Lawu Asri (GLA) Jeruksawit. Seperti diketahui, perkara itu menyeret dua pejabat KSU Sejahtera, Handoko Mulyono dan Toni Haryono, sebagai tersangka.

Ketua PN Karanganyar, RE Setiawan SH, dalam penjelasannya kepada wartawan menyatakan pihaknya masih menunggu pelimpahan kasus tersebut dari Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng. Informasi yang beredar tersangka Handoko Mulyono akan dilimpahkan ke PN setempat paling lambat Sabtu (15/5), bersamaan dengan berakhirnya masa penahanan yang bersangkutan oleh penyidik.

“Penyidikan memang di Kejakti Jateng, tetapi sidang akan digelar di Karanganyar. Kami sudah siap, tinggal menunggu pelimpahan saja, kabarnya sebelum pertengahan Mei. Setelah dilimpahkan, sidang perdana dijadwalkan satu pekan kemudian,” ungkapnya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/5).

Setiawan memaparkan, terkait persiapan sidang kasus dugaan korupsi GLA dengan tersangka Handoko Mulyono, Majelis Hakim akan langsung dipimpin oleh dirinya. Hal itu karena sampai saat ini dia menjadi satu-satunya yang bersertifikat hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) di lingkungan PN Karanganyar.

Ketua PN menambahkan, mengacu jadwal pelimpahan perkara, sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek Griya Lawu Asri (GLA) diperkirakan sudah bisa dilangsungkan sebelum akhir bulan Mei. “Hakim punya waktu setidaknya selama tiga hari untuk membaca-baca dan mempelajari berkas perkaranya, setelah itu baru dilakukan proses penjadwalan persidangan,” sambungnya menjelaskan.

try

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…