Selasa, 11 Mei 2010 17:11 WIB News Share :

Pengelola Suramadu tak kuat bayar tagihan listrik

Bangkalan–Kantor PT PLN Cabang Kamal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mencatat pengelola Jembatan Suramadu menunggak tagihan listrik selama dua bulan, Maret dan April, sebesar hanya Rp 517.980 ribu. Sementara untuk bula Mei ini juga belum dibayar, namun belum masuk hitungan tunggakan karena masih berjalan.

“Tagihan ini untuk kantor proyek Suramadu,” kata Manager PT PLN Kamal Bangkalan Grahito, Selasa (11/5).

Sementara untuk tagihan lampu penerang jalan umum (PJU) di jalan akses menuju jembatan Suramadu sisi Madura, Grahito mengatakan pengelola jembatan Suramadu telah melunasi setelah sempat menunggak beberapa bulan. Ketika ditanya apakah akan dikenai sanksi, Grahito enggan berkomentar lebih lanjut.

Seperti diberitakan sejumlah media hari ini, PT PLN (persero) Distribusi Jatim mengancam akan mematikan aliran listrik ke jembatan itu karena belum membayar tunggakan sebesar Rp 7 juta.

“Kalau tidak bayar, konsekuensinya listrik akan dicabut,” kata General Manager PT PLN (persero) Distribusi Jatim, Mochamad Sulistyo, hari ini.

Menurut dia, hingga kini belum ada inisiatif dari pengelola jembatan Suramadu untuk membayar tunggakan selama tiga bulan sebesar Rp 7 juta. Padahal, lanjut dia, nominal itu sangat kecil dibandingkan dengan pendapatan harian pengelolaan jembatan Suramadu.

“Kalau dilihat, sangat mustahil jika jembatan yang menghubungkan Pulau Madura dan Jawa Timur tidak mampu menutupi tunggakan pembayaran tersebut,” tuturnya.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…