Selasa, 11 Mei 2010 13:58 WIB News Share :

Parlemen Indonesia curigai niat baik Israel

Jakarta—DPR RI mencurigai niat baik Israel terkait kesediaannya melakukan perundingan tidak langsung dengan Palestina atas prakarsa AS. DPR juga menilai Israel tengah mengalihkan perhatian dunia dari fakta terus berlangsungnya pembangunan permukiman Israel di Palestina.

Demikian salah satu poin pernyataan yang disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Hidayat Nur Wahid, dalam sidang utama The Open Ended Extra Ordinary Meeting of The Executive Committee of Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC), Senin (10/5) di Istanbul, Turki.

Staf ahli BKSAP, Heriyono Adi Anggoro, pada siaran pers yang diterima solopos.com, Senin,  mengatakan, Hidayat yang hadir mewakili Delegasi Parlemen Indonesia beserta Nurhayati Ali Assegaf (Wakil Ketua BKSAP DPR RI) dalam sidang parlemen negara-negara Islam di dunia itu menegaskan sikap mereka atas berbagai upaya agresi Israel atas Palestina.

Israel, jelas Hidayat, juga memasukkan sekitar 150 warisan kebudayaan Palestina ke dalam warisan kebudayaan Yahudi. “Yahudisasi merugikan bangsa Palestina,” tegas mantan Ketua MPR RI tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat juga mengutuk dan menolak upaya pembangunan permukiman baru Israel di Jerusalem Timur. Soal Masjid Al-aqsa dan Kota Al Quds, Hidayat mendesak sidang mengeluarkan rekomendasi baru dalam sidang yang mendesak PBB untuk memasukkan Masjid Al-aqsa sebagai warisan kebudayaan dunia di bawah perlindungan UNESCO.

Sidang tersebut akhirnya menghasilkan 11 poin yang diberi nama Istanbul Declaration. Poin deklarasi diantaranya adalah mengutuk tindakan Israel atas Kota Al quds, Masjid Al Aqsa dan kota bersejarah lainnya; meminta Dewan Keamanan PBB untuk memaksa Israel mematuhi peraturan internasional tentang negara merdeka; mendorong umat Muslim dan Kristen di dunia untuk bersama-sama melindungi mesjid Al-aqsa dan menolak kebijakan Israel yang mencegah umat Muslim dan Kristen masuk ke tempat ibadah tersebut.

Konflik Israel Palestina telah berlangsung sejak puluhan tahun. Israel bahkan secara agresif menduduki Palestina dengan membangun permukiman baru di Jerusalem Timur. Sementara saat ini proses perundingan tidak langsung antara Palestina dan Israel atas prakarsa AS mulai digelar Minggu (9/5).

tya/*

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…