Selasa, 11 Mei 2010 19:04 WIB Sragen Share :

Massa demonstran mengamuk, 8 luka, Sragen membara

Sragen (Espos)

Unjuk rasa ribuan orang dari 48 organisasi masyarakat (Ormas) dan LSM serta 22 Parpol di Bumi Sukowati, Selasa (11/5), berlangsung brutal di depan Kantor Dinas Bupati Sragen. Massa mengamuk dengan merusak kawat berduri, pos penjagaan polisi, sejumlah pot taman kota dan melempari personel Dalmas dan Brimob.

Akibatnya, sebanyak enam aparat pengedali massa (Dalmas) dan dua oran pendemo mengalami luka-luka. Salah satu personel Dalmas sempat pingsan saat membuat pagar betis di depan pintu sisi barat Gedung Pemda. Tuntutan massa masih sama dengan aksi unjuk rasa sebelumnya. Aksi massa menuntut penuntasan kasus dugaan ijazah palsu Bupati Sragen kali ini terhitung paling anarkhis.

Massa gabungan elemen Ormas dan Parpol datang dari dua arah, yakni dari sisi barat dan timur Jl Raya Sukowati. Massa membakar ban bekas di lima titik, yaitu di depan pintu Kantor Pemda sisi barat dan timur, perempatan depan kantor Pemda, pertigaan penjara dan depan Rumah Dinas Bupati.

Tanpa ada orasi lama, massa yang datang sekitar pukul 10.00 WIB langsung merusak pagar berduri. Massa yang bergerak bersamaan berhasil menyingkirkan pagar yang dipasang aparat sejak pagi. Massa menyerbu masuk lewat pintu sisi barat dan timur. Mereka saling melempar batu dengan puluhan personel Dalmas di pintu barat dan personel Brimob Polwil Surakarta di sisi timur. Salah satu pendemo dari Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Rahmad terkena lemparan batu, hingga kepalanya bocor. Dari pihak aparat sebanyak enam orang luka-luka.

Kebrutalan massa semakin menjadi. Aparat langsung menembakkan <I>water canon<I> ke arah massa. Karena massa masih terus brutal, salah satu aparat meletupkan tembakan peluru karet ke arah massa beberapa kali. Massa tetap bersikukuh mau menerobos masuk kompleks Kantor Pemda dan melempari aparat dengan batu. Akhirnya aparat menyemprotkan gas air mata dan <I>water canon<I> secara bersamaan. Akibatnya, massa kalangkabut.

Massa sempat tenang beberapa saat pascasemprotan gas air mata. Tak lama kemudian, massa kembali beraksi. Mereka kembali membakar ban bekas. Mereka juga mendatangi Rumah Dinas Bupati yang berjarak 300 meter dari Kantor Pemda. Sesampainya di Rumah Dinas Bupati, massa langsung adu dorong dengan personel Dalmas hingga mengakibatkan satu orang pendemo luka di bagian kepalanya.

Aksi di depan Rumah Dinas Bupati hanya berlangsung sekitar 30 menit. Massa kembali berkonsentrasi di depan Kantor Pemda Sragen. Mereka kembali merusak taman kota di sekitar alun-alun Kabupaten Sragen. Kondisi Jl Veteran dan Jl Raya Sukowati menjadi <I>semrawut<I>. Puing-puing taman berserakan di jalan. Sekitar pukul 16.00 WIB, massa bergerak ke Technopark Sragen untuk menemui Bupati.<B>trh<B>

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…